“Ditata ya bukan digusur lokasinya, tetapi ditata ke yang lebih meminimalisir gangguan terhadap hak dan kewajiban orang lain,” tutur Asep.
Namun, sampai saat ini skema tersebut belum final. Pemkot masih mendiskusikan sejumlah alternatif, terutama menyangkut solusi teknis sebelum kebijakan penataan benar-benar diterapkan.
“Yang perlu diprioritaskan sekarang adalah solusi-solusi dari penataan itu,” katanya.
Baca Juga:Karena Tak Ada SPBU di Langkaplancar Pangandaran, Pertamina Anjurkan Pembelian BBM Lokasi-lokasi IniAnak Muda Wafat, Organisasi Pemuda Masih Rapat!
Asep menilai, kehati-hatian tersebut penting agar penataan tidak justru melahirkan persoalan baru. Sebab, kebijakan penataan ruang publik tidak cukup hanya terlihat rapi di atas kertas, tetapi harus efektif ketika diterapkan di lapangan.
Ia mencontohkan proses penataan dengan rekayasa lalu lintas. Sebuah skema bisa saja diuji coba, tetapi apabila hasilnya justru kurang efektif, bukan berarti harus dipaksakan menjadi pola permanen.
“Kalau misalkan uji coba sekarang itu kurang efektif dibandingkan yang kemarin, kenapa tidak kembali lagi ke yang kemarin?” jelasnya.
Karena itu, kondisi di lapangan masih terus dipantau, dianalisis dan dikaji.
Pemkot ingin memastikan pola penataan yang dipilih nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh pengguna kawasan Dadaha.
“Sekarang sedang dipantau, dianalisa dan dikaji,” katanya.
Mengenai target waktu penetapan, Asep belum menyebut tanggal pasti. Ia hanya menegaskan pemerintah ingin menyelesaikan pembahasan tersebut secepatnya.
“Deadlinenya secepatnya. Cuma sekarang yang sedang dipikirkan kembali kepada solusi penataannya,” pungkasnya.
Baca Juga:Maulid yang Menunggu Wali Kota!Audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, Vendor Bongkar Boroknya Parkir
Penataan Dadaha pun untuk sementara masih berada di antara meja rapat dan kondisi lapangan.
PKL belum sekadar soal lapak, parkir bukan cuma soal kendaraan, sementara ruang publik harus tetap menjadi milik semua warga.
Sebab, menata kota tentu bukan lomba cepat-cepatan memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain. (Rezza Rizaldi)
