Ulama Desak Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan Penjual Jasuke di Jalan Ir H Juanda Kota Tasikmalaya

Ulama tasikmalaya, kh yan yan albayani, penanganan geng motor
KH Yan Yan Albayani
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja penjual jasuke di Kota Tasikmalaya mendapat perhatian serius dari ulama. Mereka prihatin atas kondisi korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban diketahui bernama Ikrom Maulana Malik (16), warga Leuwimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Ikrom diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang disebut-sebut merupakan geng motor. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga:Maulid yang Menunggu Wali Kota!Audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, Vendor Bongkar Boroknya Parkir

Akibat kejadian itu, Ikrom mengalami luka serius pada bagian kepala. Hingga Rabu (2/9/2026), korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya. Kondisinya disebut kritis.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah beredar video di media sosial. Dalam video itu, Ikrom terlihat tergeletak dengan kondisi kepala berlumuran darah.

Sejumlah teman korban tampak berusaha memberikan pertolongan dengan membopong tubuh Ikrom. Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara seseorang yang mempertanyakan lokasi kejadian dan menyebut korban diduga diserang oleh kelompok gangster.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari ulama Kota Tasikmalaya, salah satunya KH Yan-Yan Al Bayani, S.Kom.I., M.Pd. Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa pedagang jasuke yang diduga menjadi korban kebrutalan kelompok geng motor di depan eks Terminal Cilembang.”

Menurutnya, kasus dugaan kekerasan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Polisi diminta segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap siapa saja yang terlibat.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas, mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang terlibat, kemudian memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU

Selain meminta pengusutan kasus, kalangan ulama juga mendorong aparat keamanan meningkatkan patroli, khususnya di lokasi-lokasi yang dianggap rawan tindak kriminalitas.

Patroli dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari.

0 Komentar