Ulama juga meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat sistem pengawasan di ruang publik. Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah memperbanyak pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan.
“CCTV diperlukan untuk membantu pengawasan dan menjadi salah satu alat pendukung ketika terjadi tindak kekerasan atau kejahatan di ruang publik, sehingga kejadian dapat lebih mudah ditelusuri,” ujarnya.
Selain itu, kalangan ulama meminta aparat mengambil tindakan tegas terhadap kerumunan kelompok bermotor yang berkumpul hingga larut malam, terutama apabila keberadaannya berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga:Maulid yang Menunggu Wali Kota!Audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, Vendor Bongkar Boroknya Parkir
Kerumunan kelompok bermotor setelah tengah malam dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dari aparat karena dikhawatirkan dapat memicu gesekan antarkelompok yang berujung pada aksi kekerasan.
“Kalau memang ada kerumunan kelompok bermotor setelah pukul 24.00 WIB dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban, kami meminta aparat melakukan langkah pencegahan dan membubarkannya sesuai aturan yang berlaku.” kata dia.
Tak hanya mendorong kepolisian dan pemerintah bertindak, kalangan ulama juga membuka kemungkinan adanya langkah bersama masyarakat apabila kasus kekerasan yang diduga melibatkan geng motor terus berulang.
Salah satu opsi yang muncul adalah pembentukan satuan tugas yang melibatkan unsur santri dan masyarakat untuk membantu melakukan pencegahan terhadap aksi kekerasan kelompok bermotor.
Namun, rencana tersebut masih sebatas wacana dan akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta ketentuan hukum.
“Kalau kejadian seperti ini terus berulang dan semakin banyak korban, tentu kami akan mengkaji kemungkinan membentuk satgas bersama unsur santri dan masyarakat. Tetapi semuanya harus tetap mempertimbangkan aspek hukum dan keamanan,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga didesak segera memberikan perhatian kepada keluarga Ikrom. Kondisi korban yang masih kritis membuat keluarga harus menghadapi beban pengobatan dan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU
Karena itu, ulama berharap pemerintah dapat turun tangan membantu meringankan biaya pengobatan korban.
“Kami juga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat membantu meringankan beban keluarga korban, terutama untuk biaya pengobatan Ikrom yang sampai sekarang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.” kata dia.
