TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Islam Al-Misbah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama Perkumpulan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) di Masjid Al-Misbah, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah sekaligus motivator Ugi Sugianto serta hafiz Indonesia, Shanum, untuk memberikan motivasi dan inspirasi Al-Qur’an kepada para siswa.
Peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan kembali sosok dan keteladanan Rasulullah kepada peserta didik. Sekolah juga ingin nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.
Baca Juga:Ratusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan KarnavalSiswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos Nasional
Kepala SD Islam Al-Misbah, Riva Fuad Fauzi SPdI, mengatakan, Maulid Nabi di sekolah seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai akhlak kepada siswa melalui keteladanan Rasulullah.
“Maulid Nabi bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi ‘sekolah akhlak’ bagi siswa-siswi. Dengan meneladani kisah Rasulullah, anak-anak belajar nilai kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, kasih sayang, dan toleransi. Harapannya, karakter itu tidak hanya dihafal, tetapi dipraktikkan di kelas, di rumah, dan di media sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kehidupan anak-anak yang kini tidak lepas dari perangkat digital. Paparan terhadap media sosial, permainan daring, hingga berbagai informasi di internet menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan karakter.
Karena itu, tema “Generasi Cahaya di Era Digital” dipilih untuk mengajak siswa membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga ketika beraktivitas di dunia maya.
Sekolah ingin siswa memahami bahwa penggunaan teknologi juga menjadi bagian dari ruang untuk menunjukkan akhlak. Sikap jujur, berkata baik, menyebarkan informasi yang benar, serta menghindari perundungan dan informasi palsu menjadi bentuk sederhana dari penerapan nilai tersebut.
“Tema ini mengajak siswa untuk menjadi ‘cahaya’ di dunia nyata dan dunia maya. Harapannya anak paham, sholeh itu bisa juga di TikTok, Instagram, dan WhatsApp,” katanya.
Kehadiran Shanum, yang merupakan Juara 2 Hafiz Indonesia RCTI 2026, juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman berbeda kepada siswa. Melalui sesi motivasi dan inspirasi Al-Qur’an, siswa diajak melihat bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat diwujudkan melalui proses belajar dan menghafalnya.
