TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah berupaya melakukan membutuhkan penguatan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya masih dihadapkan dengan kasus-kasus Anak Tidak Sekolah (ATS).
Hal itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi saat menghadiri rapat kerja (raker) penanganan anak putus sekolah di Kantor Kecamatan Bungursari, Selasa (1/9/2026).
Dirinya mengatakan, pembangunan fisik relatif lebih mudah dipetakan karena memiliki target waktu dan ukuran yang jelas. Berbeda dengan pembangunan SDM yang membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan.
Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU
“Kita membangun sumber daya fisik, atau revitalisasi fisik, ini bisa diprediksi, bisa diukur dan direncanakan secara tertulis. Membangun sekolah misalnya, tiga bulan bisa selesai. Jalan dan jembatan juga berbulan-bulan selesai,” kata Viman.
Namun, lanjut dia, pembangunan manusia tidak bisa disamakan dengan pembangunan infrastruktur. Prosesnya harus dilakukan secara bertahap dan terus berkembang.
“Ketika kita berbicara membangun sumber daya manusia, prinsipnya bertumbuh. Tidak ada kesempurnaan di sana, selalu belajar. Justru membangun sumber daya manusia ini yang menentukan peradaban kita,” ujarnya.
Menurut Viman, penanganan anak putus sekolah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Kota Tasikmalaya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan hingga lingkungan sekolah harus diperkuat.
Dia menegaskan, pembangunan SDM juga sejalan dengan visi Kota Tasikmalaya, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, religius dan berbudaya.
“Ini ada di Bapak dan Ibu sekalian. Dinas Pendidikan, guru-guru, kepala sekolah, termasuk di kecamatan. Kita lebih banyak berurusan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia dibandingkan hanya mengurus fisik,” katanya.
Viman juga mengaitkan agenda tersebut dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, terdapat keterkaitan antara prioritas pemerintah pusat dengan program prioritas daerah.
Baca Juga:Kebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu DievaluasiDPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLB
Salah satunya melalui program Tasik Pintar yang diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan di Kota Tasikmalaya. Pemkot, kata dia, tengah menyiapkan pengembangan sistem informasi pendidikan yang nantinya membutuhkan sinergi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).
