TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Rencana penggabungan atau merger empat sekolah di Kompleks SDN Gununglipung, Kota Tasikmalaya, ditargetkan mulai direalisasikan pada Januari 2027.
Kepala SDN 4 Gununglipung, Kindi Suhendi SPd, menuturkan pelaksanaan merger sebelumnya direncanakan mulai tahun ajaran 2026/2027. Namun, realisasinya kembali mengalami penundaan.
“Untuk sementara ini memang SK wali kotanya turun di tahun 2025, Juli 2025. Kemudian setelah kami mengunjungi, khususnya para anggota DPRD, informasi selanjutnya itu di Agustus. Kemarin ketika kami ke sini untuk mengonfirmasi, pelaksanaannya terkendala oleh masalah sistem,” ungkapnya kepada Radar.
Baca Juga:Ratusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan KarnavalSiswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos Nasional
Meski merger belum terealisasi, pihak sekolah tidak menunggu tanpa persiapan. Pemetaan guru, tenaga kependidikan, hingga pembagian tugas telah dilakukan untuk menyesuaikan pengelolaan sekolah setelah penggabungan.
Kindi mengatakan, persiapan tersebut dilakukan agar tidak ada persoalan dalam penataan sumber daya manusia ketika merger mulai diberlakukan.
“Makanya begitu merger diketuk, untuk masalah pemetaan guru sudah tidak ada masalah. Sebab sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya.
Merger nantinya juga diikuti penataan ulang Kompleks SDN Gununglipung. Bangunan yang saat ini berdiri di tengah lapangan direncanakan untuk diratakan sehingga area kompleks dapat ditata kembali.
Pada bagian tengah kompleks itu, sekolah berencana membangun gerbang yang akan menjadi akses utama keluar-masuk siswa dan warga sekolah. Gerbang tersebut direncanakan memiliki ukuran yang cukup lebar agar sirkulasi di dalam kompleks lebih mudah.
Penataan juga mencakup penambahan ruang belajar. Sekolah berencana membangun 11 lokal ruang kelas baru di lantai dua untuk menunjang kebutuhan pembelajaran setelah empat sekolah digabung.
Rencana tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan jumlah peserta didik yang akan berada dalam satu pengelolaan. Saat ini, total siswa dari empat sekolah di Kompleks SDN Gununglipung mencapai lebih dari 700 orang.
Baca Juga:Tak Lagi Menunggu Masyarakat Datang, RSUD dr Soekardjo Hadir Menyapa Lewat Program Sapa SehatKKN Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 83 Gelar Sosialisasi Parenting di RA Al Hidayah
Bagi sekolah, merger tidak hanya menyatukan pengelolaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan peserta didik. Setelah penggabungan, sekolah akan menggunakan nama SDN Gununglipung 1.
Kindi berharap pengelolaan yang lebih terpusat dapat membuat potensi siswa lebih mudah dipetakan sejak awal. Siswa yang memiliki kemampuan tertentu kemudian dapat diarahkan untuk mendapat pembinaan sesuai bidangnya.
