PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Sebagai daerah pariwisata, Pangandaran tidak hanya mengandalkan sektor hiburan dan rekreasi dalam menopang ekonomi masyarakat. Kendati demikian, sektor pertanian, peternakan, dan hortikultura juga terus memegang peranan krusial..
Berdasarkan data publikasi Kabupaten Pangandaran Dalam Angka 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas unggulan mencatatkan capaian produksi yang signifikan sepanjang tahun 2025.
Pada sektor tanaman pangan, produksi padi di Pangandaran tercatat mendominasi dengan capaian mencapai 153.422 ton, disusul oleh komoditas ubi jalar sebanyak 796 ton. Capaian ini sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan serta mewujudkan ketahanan dan surplus beras lokal.
Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU
Sementara itu, pada subsektor hortikultura dan tanaman biofarmaka, beberapa komoditas mencatatkan angka panen yang menonjol. Komoditas sayuran semusim terbesar dipimpin oleh ketimun dengan total panen 5.637 kuintal.
Pada kategori tanaman biofarmaka (obat-obatan), kapulaga menjadi primadona utama dengan hasil produksi melampaui 1,06 juta kilogram (1.064.202 kg), diikuti oleh komoditas jahe sebesar 110.537 kg.
Tak kalah menggeliat, sektor peternakan di Kabupaten Pangandaran juga menunjukkan produktivitas yang solid, baik dari populasi maupun pemenuhan kebutuhan protein hewani. Populasi domba tercatat sebanyak 49.858 ekor, disusul sapi potong 14.735 ekor, kambing 14.448 ekor, kerbau 243 ekor, dan kuda 47 ekor.
Untuk sektor unggas, populasi didominasi oleh ayam pedaging campuran yang menembus 1,71 juta ekor (1.713.690 ekor), ayam buras 324.441 ekor, ayam petelur 34.539 ekor, dan itik sebanyak 21.178 ekor.
Tingginya populasi tersebut berbanding lurus dengan produksi daging daerah. Sepanjang tahun 2025, produksi daging unggas terbesar disumbang oleh daging ayam pedaging dengan total mencapai 5.108.268 kg (5,1 ribu ton).
Asda II Kabupaten Pangandaran Untung Saeful Rahman mengatakan, walaupun musim kemarau, Kabupaten Pangandaran masih bisa memproduksi beras dan bisa memasok ke luar daerah.
“Sektor pertanian memang menjadi penopang bagi Kabupaten Pangandaran, sementara untuk sayuran, kita masih dipasok dari luar daerah,” ungkapnya belum lama ini.
Baca Juga:Kebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu DievaluasiDPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLB
Untuk sayuran, kontur dan tanah di Pangandaran memang sedikit kurang cocok. Walaupun di daerah Langkaplancar, produksi pertanian masiv, namun untuk memenuhi kebutuhan pasar, harus dari luar daerah.(Deni Nurdiansah)
