Penjual Jasuke Luka Kritis, Diduga Korban Geng Motor di Jalan Ir Djuanda Kota Tasikmalaya

Korban geng motor tasikmalaya
Ikrom Maulana Malik, pedagang Jasuke asal Tamansari terbaring di rumah sakit pada Selasa (1/9/2026). Dia mendapat penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor di Jalan Ir Djuanda pada Minggu dini hari (30/8/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Harapan seorang ibu agar anaknya pulang dengan selamat berubah menjadi kecemasan setelah Ikrom Maulana Malik, remaja berusia 16 tahun asal Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok geng motor.

Ikrom yang sehari-hari berjualan jasuke (jagung susu keju) itu mengalami luka serius di bagian kepala. Ia kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya dengan kondisi yang disebut kritis.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di kawasan depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga:Tender Kursi Ketua GAPENSIGUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU

Kabar mengenai kejadian itu sempat beredar di media sosial. Dalam sebuah video, Ikrom terlihat tergeletak dengan kepala berlumuran darah. Sejumlah temannya tampak berusaha menolong dan membopong tubuh korban.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seseorang yang merekam sambil mempertanyakan lokasi kejadian dan menyebut korban diduga diserang oleh kelompok gang.

Bagi keluarga, kejadian itu menjadi pukulan berat. Sang ibu, Meli Widiawati, masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya.

Meli menuturkan, sebelum insiden, Ikrom baru saja selesai menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang setelah menjalani aktivitas bekerja. Ikrom juga sempat berkumpul bersama teman-temannya.

Namun, hingga kini keluarga belum mengetahui secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan Ikrom mengalami luka parah.

“Jadi saat itu anak saya berada di posisi paling depan dan tidak memakai helm. Saya menduga korban dipukul menggunakan batu atau balok kayu ke bagian tengah kepala anak saya,” kata Meli saat ditemui di Rumah Sakit Hermina, Selasa (1/9/2026).

Kondisi Ikrom yang masih kritis membuat Meli terus berada di rumah sakit dan berharap anaknya segera menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, dokter menyampaikan kondisi Ikrom saat ini sangat lemah.

Baca Juga:Kebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu DievaluasiDPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLB

Di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan anaknya, Meli juga harus memikirkan biaya perawatan yang terus bertambah.

“Sekarang anak saya kondisinya kritis. Saya juga bingung untuk masalah biaya pengobatan anak saya. Hingga hari kedua perawatan, tagihan rumah sakit tercatat telah mencapai kisaran Rp17 juta. Saya sekarang mengandalkan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memproses administrasi,” tuturnya.

0 Komentar