Puluhan Jabatan Kosong di Pemkot Tasikmalaya Segera Diisi

jabatan kosong
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kursi jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum seluruhnya terisi.

Pengisian jabatan, termasuk rotasi, mutasi dan promosi Eselon II, III serta IV, masih harus menunggu sejumlah tahapan dalam mekanisme manajemen talenta.

Persoalannya bukan semata mencari siapa yang akan duduk di kursi kosong. Data para calon penghuni kursi itu pun masih harus dilengkapi.

Baca Juga:OJK Tasikmalaya Ingatkan Warga Ciamis Jangan Tergiur Pinjol dan Investasi IlegalGudang ASP di Mangkubumi Tasikmalaya Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Alhasil, birokrasi yang kursinya sudah tersedia masih harus menunggu data agar bisa benar-benar “diduduki”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengatakan proses pengisian jabatan saat ini sudah berjalan.

Sejumlah pembahasan juga telah dilakukan dan tinggal menunggu tahapan lanjutan sebelum keputusan akhirnya ditentukan.

“Untuk pengisian itu sekarang sedang berproses dan mudah-mudahan tidak terlalu lama,” kata Asep, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, proses tersebut masih menggunakan mekanisme manajemen talenta.

Tahapan terakhir nantinya akan dibahas melalui Komite Talenta, kemudian hasilnya disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya sebelum berlanjut pada rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Prosesnya sudah berjalan, tinggal pembahasan terakhir dari Komite Talenta, kemudian penyampaian ke Pak Wali Kota, setelah itu rekomendasi dari BKN,” ujarnya.

Masih belum tuntasnya pengisian jabatan salah satunya berkaitan dengan data pegawai dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (Simata).

Baca Juga:Satu Vespa, Satu Tujuan, Satu Keluarga: Mengejar Purnama di Galunggung!UMB Bangun Mitra Vokasi Unggulan Bersama Industri, Fasilitasi Siswa SMK dan Mahasiswa untuk Bekerja

Asep mengakui, data yang dibutuhkan untuk mendukung proses manajemen talenta belum seluruhnya mencapai tingkat kelengkapan 100 persen.

Ada pegawai yang datanya sudah mencapai 97 persen, ada yang 80 persen, bahkan masih ada yang baru sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut membuat proses pengisian jabatan harus menunggu data benar-benar lengkap.

“Masih ada pegawai yang belum melengkapi kaitan dengan data-data di Simata,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Asep, masih ada sekitar 10 dinas yang datanya belum seluruhnya lengkap.

Dengan kondisi tersebut, proses rotasi dan mutasi memang tidak bisa dilakukan sekadar berdasarkan kebutuhan mengisi kursi kosong. Data talenta menjadi salah satu dasar yang harus dipastikan lebih dulu.

Ibarat lomba, kursinya sudah tersedia, tetapi daftar peserta yang akan masuk garis akhir masih harus dirapikan.

0 Komentar