“Kesan saya adalah Inter berada di kategori berbeda dibandingkan semua tim lain di Serie A dan mereka hanya perlu memikirkan diri sendiri,” ujarnya.
Menurut Sabatini, persoalan terbesar Inter bukan pada kualitas permainan, melainkan bagaimana para pemain menyelesaikan peluang yang mereka dapatkan.
Ia menilai ada sesuatu yang perlu diperbaiki, baik dari sisi rasa percaya diri yang berlebihan, kurang konsentrasi, maupun ketidakakuratan dalam penyelesaian akhir.
Baca Juga:Gattuso Pasrah dengan Langkah Lazio di Bursa Transfer: Masa Saya Harus Memakai Topeng Lalu Menculik PemainDicemooh Fans Juventus, Jonathan David Jadi Incaran Atletico Madrid dan Como
“Inter harus memperbaiki kesalahan yang mungkin bukan karena kesombongan, melainkan sikap terlalu santai, kurang presisi, atau sesuatu yang harus diperbaiki secara individu oleh setiap pemain,” jelas Sabatini.
Ia pun menegaskan bahwa Cristian Chivu bukan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab.
Para pemain Inter juga harus mampu mengevaluasi diri masing-masing.
“Bukan hanya Chivu yang harus memperbaikinya, tetapi setiap pemain secara individual. Karena sekali lagi, menang hanya 1-0 setelah bermain seperti itu pada babak pertama melawan Cagliari adalah sesuatu yang sulit dijelaskan,” pungkas Sabatini.
Meski demikian, enam poin dari dua pertandingan menjadi modal sempurna bagi Inter.
Tantangan berikutnya adalah mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan dengan margin yang lebih meyakinkan agar mereka tidak kembali berada dalam situasi sulit pada menit-menit akhir.
