Justru dominasi Nerazzurri ketika menghadapi Cagliari menjadi bukti bahwa mereka masih berada di level berbeda.
“Kekuatan Inter terlihat dari penampilan luar biasa mereka pada babak pertama melawan Cagliari,” paparnya.
Sabatini menilai Inter sebenarnya bisa mengakhiri pertandingan sejak babak pertama jika seluruh peluang berhasil dimaksimalkan.
Baca Juga:Gattuso Pasrah dengan Langkah Lazio di Bursa Transfer: Masa Saya Harus Memakai Topeng Lalu Menculik PemainDicemooh Fans Juventus, Jonathan David Jadi Incaran Atletico Madrid dan Como
Menurutnya, skor 3-0 atau bahkan 4-0 untuk Inter pada saat turun minum tidak akan mengejutkan jika melihat dominasi permainan.
“Jika Inter mengakhiri babak pertama dengan skor 3-0 atau 4-0, tidak akan ada yang bisa mengatakan sebaliknya. Mereka menyia-nyiakan semua peluang yang mungkin dan tidak mungkin,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat Inter justru harus bekerja keras mempertahankan keunggulan pada babak kedua.
Bahkan, ketika Caprile maju ke kotak penalti untuk mencoba menyambut bola pada sepak pojok terakhir Cagliari, pertandingan sempat terasa menegangkan.
Bagi Sabatini, ketegangan tersebut sebenarnya sama sekali tidak diperlukan jika melihat bagaimana Inter menguasai babak pertama.
“Rasa khawatir itu sepenuhnya tidak masuk akal jika melihat bagaimana babak pertama berjalan,” ujarnya.
Sabatini juga menyoroti performa sejumlah pemain Inter.
Menurutnya, Francesco Pio Esposito, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram belum menunjukkan performa terbaik sehingga nilai mereka hanya layak mendapatkan predikat cukup.
Baca Juga:Como Tumbangkan Napoli 2-1, Fabregas: Kami Belajar Banyak dari Kekalahan Melawan MilanJuventus vs Parma: Spalletti Siapkan Alajbegovic untuk Gantikan Yildiz
“Bahkan nilai beberapa pemain bisa dibatasi pada angka enam. Misalnya Pio Esposito, Lautaro Martinez, atau Thuram,” kata Sabatini.
Pujian terbesar justru diberikan kepada Yann Bisseck. Bek asal Jerman itu masuk pada 20 menit terakhir pertandingan dan langsung menunjukkan kualitasnya.
“Nilai terbaik mungkin diberikan kepada Bisseck. Dia masuk pada 20 menit terakhir dan menunjukkan bahwa dia adalah salah satu bek terbaik yang dimiliki Inter. Dia juga melakukan intervensi penting yang nilainya sama pentingnya dengan gol Çalhanoğlu,” tuturnya.
Sabatini memiliki kesan kuat bahwa Inter saat ini berada satu tingkat di atas mayoritas pesaingnya di Serie A.
Karena itu, ia menilai skuad asuhan Chivu seharusnya lebih fokus memperbaiki diri sendiri daripada terlalu memikirkan lawan.
