RADARTASIK.ID – Davide Frattesi menjelma menjadi pahlawan baru Lazio di awal Serie A 2026/2027.
Baru meninggalkan Inter Milan dengan status pinjaman pada pertengahan Agustus 2026, gelandang berusia 26 tahun itu langsung memberikan dampak besar bersama Biancocelesti.
Frattesi mencetak gol dalam dua pertandingan pertama Lazio dan menjadi penentu kemenangan tim asuhan Gennaro Gattuso.
Baca Juga:Gattuso Pasrah dengan Langkah Lazio di Bursa Transfer: Masa Saya Harus Memakai Topeng Lalu Menculik PemainDicemooh Fans Juventus, Jonathan David Jadi Incaran Atletico Madrid dan Como
Pada giornata pertama melawan Bologna, Frattesi masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua.
Ia hanya membutuhkan beberapa menit untuk mencetak gol tunggal yang memastikan Lazio menang 1-0.
Sepekan kemudian, Frattesi kembali menjadi penentu. Kali ini ia tampil sebagai starter dan bermain selama 90 menit ketika Lazio menghadapi Genoa di Stadion Olimpico.
Gelandang asal Italia tersebut mencetak gol pada menit ke-25 yang kembali memastikan kemenangan Lazio dengan skor 1-0.
Dua gol Frattesi membuat Lazio mengawali musim dengan enam poin dari dua pertandingan. Biancocelesti pun langsung bersaing di papan atas klasemen bersama AC Milan, Inter Milan dan Juventus.
Performa tersebut terasa semakin istimewa mengingat Frattesi belum berada dalam kondisi fisik terbaik setelah melewatkan sebagian masa pramusim.
Kebebasan bermain secara reguler yang didapatkannya di Lazio justru menjadi pendongkrak bagi kebangkitan performanya setelah lebih sering berada di bangku cadangan Inter.
Baca Juga:Como Tumbangkan Napoli 2-1, Fabregas: Kami Belajar Banyak dari Kekalahan Melawan MilanJuventus vs Parma: Spalletti Siapkan Alajbegovic untuk Gantikan Yildiz
Usai kemenangan atas Genoa, Frattesi berbicara kepada DAZN mengenai keputusannya meninggalkan Inter Milan dan menerima pinangan Lazio.
Ia mengakui bahwa meninggalkan Inter bukan keputusan mudah.
Nerazzurri merupakan klub yang sangat dicintainya. Akan tetapi, Frattesi merasa sudah waktunya mengambil tanggung jawab lebih besar dalam kariernya.
“Pada akhirnya saya meninggalkan Inter, sebuah tim yang saya cintai dengan sepenuh hati, karena saya ingin mengambil tanggung jawab yang tidak saya dapatkan di sana,” ujar Frattesi.
Menurutnya, keputusan pindah ke Lazio bukan sekadar mencari klub baru. Ia ingin membuktikan kemampuan dan karakternya pada usia 26 tahun.
“Saya datang ke sini memang untuk itu. Pada usia 26 tahun, sekarang adalah waktunya menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki karakter, dia harus mampu menggunakannya,” tegasnya.
