TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program studi boleh masih seumur jagung, tetapi prestasinya sudah berani unjuk gigi.
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bakti Tunas Husada (UBTH) berhasil meraih Juara 1 Program Inovasi Mahasiswa (PIM) Skema Pengabdian Masyarakat.
Prestasi tersebut diraih mahasiswa angkatan pertama dan kedua melalui inovasi bertajuk Penggunaan Aplikasi Edukasi Gizi dan Swamedikasi Berbasis Gamifikasi untuk Pencegahan Stunting Bersama Kader Posyandu Kampung Sindangkasih, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Inovasi itu memadukan teknologi informasi dengan edukasi kesehatan masyarakat.
Baca Juga:Uang Palsu Dicetak di Kota Tasikmalaya, FOSSMA Ingatkan Pengusaha Percetakan soal Jerat HukumPramuka SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Gerakkan 2 Kersa 4B! Ajarkan Berbagi Tanpa Menunggu Lebih
Tim mahasiswa merancang aplikasi edukasi berbasis gamifikasi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian bersama kader Posyandu.
Melalui aplikasi tersebut, materi mengenai gizi dan swamedikasi dikemas secara lebih interaktif.
Konsep gamifikasi dipilih agar proses edukasi tidak terasa kaku dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat maupun kader Posyandu.
Bagi tim mahasiswa, kemenangan tersebut bukan sekadar soal piala atau penghargaan.
Program PIM menjadi ruang bagi mereka untuk membuktikan bahwa ilmu Sistem Informasi tidak berhenti di depan layar komputer, tetapi bisa diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Salah satunya dalam mendukung edukasi dan upaya pencegahan stunting di Kampung Sindangkasih.
Capaian itu sekaligus menjadi catatan penting bagi Program Studi Sistem Informasi UBTH yang masih tergolong baru.
Baca Juga:Uang Palsu 100 Ribu Diproduksi di Cipedes Kota Tasikmalaya, Camat Singgung Godaan Bisnis IlegalHIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Warga Tak Terpancing Isu Nasional! Jaga Kondusivitas, Ekonomi Harus Tetap Jalan
Mahasiswa angkatan pertama dan kedua sudah mampu membawa nama program studi tersebut bersaing hingga meraih posisi teratas dalam PIM.
“Menjadi bagian dari generasi awal program studi ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memberikan prestasi,” ungkap tim mahasiswa dalam keterangannya.
Menurut mereka, pencapaian tersebut tidak lahir secara instan. Ada proses panjang mulai dari merumuskan ide, mengembangkan aplikasi, berdiskusi, hingga terjun langsung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Tim juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bakti Tunas Husada, para juri PIM, serta dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan, arahan dan pendampingan selama proses pengembangan program.
Penghargaan turut mereka dedikasikan kepada seluruh anggota tim yang terlibat dalam setiap tahapan program.
