Jalan Utama Dadaha Ditutup Tanpa Difungsikan, Alasannya Demi Mengembalikan Fungsi Sarana Olahraga

jalan utama dadaha ditutup, penataan PKL
Salah seorang warga berjalan di sekitar deretan water barrier terpasang menutup Jalan utama Dadaha, Rabu (26/8/2026). (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

Asep menyebut aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, kepadatan pedagang, kendaraan dan pengunjung membuat ruang untuk aktivitas olahraga menjadi semakin terbatas.

“Akibat aktivitas itu, sarana olahraga sendiri kurang diminati masyarakat karena kondisinya tidak nyaman. Parkir juga seolah-olah tidak tertata dengan baik, PKL faktanya seperti itu,” ujarnya.

Kepadatan juga terjadi di sekitar jogging track. Menurut Asep, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada akhir pekan, tetapi terkadang sudah terlihat pada hari kerja.

Baca Juga:Kondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi InformasiJenggot Putih Yanto Oce!

“Untuk jogging track, cukup mengganggu. Jangankan weekend, weekday saja sudah berdesakan di lokasi itu. Khususnya Sabtu dan Minggu, cukup berdesakan,” katanya.

Karena itu, Pemkot Tasikmalaya tidak hanya menata keberadaan PKL, tetapi juga melakukan pengaturan lalu lintas, parkir dan pemanfaatan ruang. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat setiap bagian kawasan Dadaha memiliki fungsi yang lebih jelas.

Asep mengatakan, penataan juga dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat yang menginginkan kawasan Dadaha kembali nyaman digunakan sebagai ruang publik.

“Berawal dari banyaknya warga yang mengadukan untuk penataan ini,” katanya.

Dalam konsep penataan, pemerintah juga menyiapkan area di bagian pinggir kawasan untuk aktivitas pedagang kaki lima. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu area yang diperuntukkan bagi olahraga.

“Rencananya bagian pinggir sendiri bentang akan menjadi tempat-tempat PKL berjualan,” jelas Asep.

Dengan konsep tersebut, penutupan jalan utama diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan seluruh ruang Dadaha, bukan sekadar mengurangi lalu lintas kendaraan. Keramaian nantinya diharapkan tersebar ke sejumlah titik sehingga tidak terjadi penumpukan aktivitas di satu lokasi. Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki ruang yang lebih nyaman untuk berolahraga dan beraktivitas.

Baca Juga:Kuatkan UMKM Rajapolah Tasikmalaya, Dorong Produk Lokal Naik Kelas Kuasai Pasar DigitalPendapatan Daerah Menyempit, TPP Kota Tasik Melompat!

Pemkot Tasikmalaya masih akan mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas tersebut. Hasil evaluasi nantinya menjadi pertimbangan apakah Jalan Utama Dadaha akan kembali dibuka atau dipertahankan sebagai bagian dari pola penataan kawasan.

Asep berharap penataan dapat menciptakan keseimbangan antara fungsi olahraga, ruang publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Penataan PKL, pengaturan lalu lintas dan pembenahan kawasan diharapkan dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan fungsi utama Dadaha sebagai pusat olahraga di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (Ujang Nandar)

0 Komentar