TASIKMALAYA, RADSIK – Jalur utama Dadaha yang ditutup dan ditempati PKL sejauh ini tidak akan dimanfaatkan untuk apapun. Dalam hal ini Pemkot Tasikmalaya meyakini cara itu bisa membuat keramaian lebih menyebar dan mengembalikan fungsi sarana olahraga yang dinilai lebih penting ketimbang kemudahan akses lalu lintas kendaraan.
Dalam rencana penataan kawasan Dadaha, Pemkot Tasikmalaya sengaja menutup jalan tersebut supaya keramaian bisa menyebar ke jalur stadion dan Cintarasa. Jalur yang sebelumnya merupakan ruang lalu lintas warga, kini hanya menyisakan para pedagang yang melapak di trotoar dengan jalan yang tanpa lalu lalang kendaraan.
Ketua Tim Penataan Kawasan Dadaha yang juga menjabat Asda 3 Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Maman Permana, mengatakan ruas jalan yang saat ini ditutup belum digunakan untuk fasilitas tertentu. Sifatnya masih sementara, menunggu hasil evaluasi proses penataan, terutama melihat dampaknya terhadap penataan dan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga:Kondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi InformasiJenggot Putih Yanto Oce!
“Sementara hanya ditutup saja, apakah nanti akan dibuka kembali atau seterusnya ditutup tergantung evaluasi. Dan kebijakannya ada di Dinas Perhubungan,” kata Asep.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama rekayasa lalu lintas tersebut adalah menyebarkan keramaian. Dengan akses kendaraan yang diatur, masyarakat diharapkan tidak hanya beraktivitas di satu lokasi, khususnya di sekitar jogging track dan Taman Dadaha.
“Nanti akan lebih ramai lokasi-lokasi itu karena adanya rekayasa lalu lintas,” ujarnya.
Menurut Asep, penataan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengembalikan fungsi utama Dadaha sebagai kawasan olahraga. Sehingga kemudahan akses lalu lintas bagi pengendara tidak menjadi prioritasnya.
Selama ini, kawasan tersebut berkembang menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, parkir hingga aktivitas malam hari. Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas olahraga dinilai kurang optimal dimanfaatkan masyarakat.
“Bagaimana caranya mengembalikan fungsi Dadaha. Kenapa fungsi Dadaha ini dikembalikan sebagai sarana olahraga? Karena selama ini lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan lainnya,” katanya.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Dadaha. Pada malam hari, lokasi tersebut banyak digunakan pedagang untuk berjualan. Bahkan, sebagian lapak telah berdiri secara permanen maupun semi permanen.
