Pengendara Tak Bisa Lewat, PKL Tetap Berjualan di Trotoar! Dampak Penutupan Jalan Utama Dadaha Tasikmalaya

Penutupan jalan Dadaha Kota Tasikmalaya, Penataan PKL
Sejumlah pengendara putar balik di titik penutupan jalur utama Dadaha, Selasa (25/8/2026) (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penutupan jalur utama Dadaha yang dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya dinilai tidak membuat kondisi kawasan tersebut menjadi tertata. Setelah mengorbankan akses mobilitas warga, Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap betah berjualan di kawasan tersebut.

Pantuan Radar pada Selasa (25/8/2026), jalur utama Jalan Dadaha masih ditutup untuk akses pengguna kendaraan. Alih-alih membuat kawasan tertata, jalur tersebut malah terkesan disediakan untuk lapak pada PKL.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara mempertanyakan kebijakan penutupan jalan. Terlebih, tidak semua warga mengetahui sebelumnya bahwa akses utama tersebut akan ditutup.

Baca Juga:Kuatkan UMKM Rajapolah Tasikmalaya, Dorong Produk Lokal Naik Kelas Kuasai Pasar DigitalPendapatan Daerah Menyempit, TPP Kota Tasik Melompat!

Salah seorang pengendara, Wati (40), mengaku baru mengetahui adanya penutupan ketika hendak melintas. Ia sempat kebingungan karena tidak ada petugas yang mengarahkan di lokasi.

“Sempat bingung karena di depan tidak ada pemberitahuan,” kata Wati.

Menurutnya, penutupan jalan ini merugikan warga yang akan melintas di Dadaha karena harus menempuh jalur memutar. Sehingga dia menilai kawasan tersebut sengaja diperuntukan bagi area PKL berjualan.

“Kalau ditutup tanpa alasan jelas, ini bukan fasilitas umum. Sedangkan Dadaha merupakan ruang terbuka untuk umum,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Mutaqin. Ia menilai jika alasan penutupan berkaitan dengan penataan kawasan relatif tidak jelas.

Padahal, jalan Dadaha merupakan salah satu akses yang efektif sebagian warga menuju rumah sakit. Hal ini tentu akan menjadi hambatan ketika ada warga yang sakit dengan kondisi darurat.

“Untuk menuju jalan Rumah Sakit pun harus mutar lewat depan stadion. Padahal dari arah BKR lewat sini lebih dekat,” tuturnya.

Mutaqin berharap Pemkot Tasikmalaya segera mengevaluasi terkait rekayasa lalu lintas tersebut. Karena ditutupnya jalur utama Dadaha jelas menyulitkan warga yang setiap hari menggunakan akses kawasan Dadaha.

Baca Juga:Mahasiswa KKN UNITAS Rajapolah Tasikmalaya Asah Citra Diri dan Komunikasi Publik Siswa SMKTaktik Pemicu Polemik! Penutupan Jalur Utama Dadaha Tasikmalaya Rawan Mendatangkan PKL Baru

“Ini fasilitas (jalan) umum atau apa, kok ditutup,” ujarnya. (Ujang Nandar)

0 Komentar