Pelatih asal Argentina tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya adalah aspek olahraga dan bagaimana menjaga Atletico tetap kompetitif.
“Saya di sini bukan untuk memberikan nasihat. Saya harus fokus pada pekerjaan saya, yaitu memberikan yang terbaik dari sudut pandang olahraga,” kata Simeone.
Di tengah situasi sulit yang melibatkan Alvarez, Simeone justru mengirimkan pesan kepada para suporter Atletico.
Baca Juga:Palermo Tumbangkan Juve Stabia, Pippo Inzaghi: Hasil Adalah yang TerpentingAlphadjo Cisse Curi Hati Fans AC Milan, Amorim: “Saya Suka Banget”
Ia meminta seluruh elemen klub tetap bersatu karena persatuan menjadi salah satu kunci untuk menghadapi musim panjang.
“Kita harus tetap bersatu. Ketika kita melakukan itu, kita mampu bersaing untuk mencapai tujuan-tujuan penting,” ujar Simeone.
Pelatih berusia 56 tahun tersebut juga menegaskan bahwa Atletico membutuhkan seluruh penyerangnya.
“Kami membutuhkan para penyerang kami. Kami memilikinya dan kami harus menjaga mereka,” lanjutnya.
Pesan tersebut bisa menjadi upaya Simeone untuk meredakan situasi sekaligus memberikan dukungan kepada para pemainnya.
Alvarez sendiri masih memiliki peran penting dalam skuad Atletico. Kualitas dan produktivitasnya membuat dirinya menjadi salah satu aset utama tim.
Karena itu, konflik dengan suporter dan ketidakjelasan masa depannya berpotensi menjadi persoalan besar jika tidak segera diselesaikan.
Baca Juga:AC Milan Menang Tipis Atas Torino, Jurnalis Italia: Amorim Salah Susun PemainKolo Muani Mandul, Spalletti: Juventus Butuh Penyerang Baru
Saga Alvarez menjadi salah satu cerita panas di Atletico Madrid. Keinginan pemain untuk meninggalkan klub telah menempatkannya dalam situasi sulit.
Di satu sisi, Atletico membutuhkan kualitasnya di lini depan. Di sisi lain, sebagian fans mulai menunjukkan kekecewaan secara terbuka.
Cemoohan dalam laga melawan Villarreal menjadi bukti bahwa persoalan tersebut sudah berdampak langsung terhadap atmosfer pertandingan.
Keputusan klub untuk memisahkan Alvarez dari pemain lain saat mendekati tribun juga menunjukkan bahwa Atletico mengambil langkah hati-hati untuk mencegah eskalasi.
Bagi Simeone, persoalan tersebut harus dikesampingkan ketika pertandingan berlangsung. Ia membutuhkan para pemainnya tetap fokus dan tidak terpengaruh situasi di luar lapangan.
Hasil imbang 2-2 melawan Villarreal juga menjadi pengingat bahwa Atletico masih memiliki pekerjaan rumah besar.
Mereka sempat unggul, kemudian tertinggal, sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin.
Dalam kondisi seperti itu, kehilangan fokus karena persoalan internal tentu bukan sesuatu yang diinginkan Simeone.
