Paling Besar Rp 2,3 Miliar dan Terkecil Rp 24 Juta, Alokasi Bantuan Revitalisasi Setiap Sekolah Bervariasi

bantuan pendidikan revitalisasi sekolah
Ilustrasi AI/Gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai berjalan di sejumlah sekolah di Kota Tasikmalaya. Besaran bantuan yang diterima sekolah tidak sama, menyesuaikan kebutuhan dan hasil verifikasi masing-masing satuan pendidikan.

‎‎Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sekaligus Penjabat (Pj) Program Revitalisasi Sekolah, Indra Risdianto, mengatakan pelaksanaan tahap pertama program tersebut sudah dimulai. “Yang tahap satu sudah dimulai,” kata Indra, Selasa (18/8/2026).

‎Indra menjelaskan, program revitalisasi yang bersumber dari Kemendikdasmen tersebut memiliki mekanisme pelaksanaan berbeda dengan proyek konstruksi yang umumnya dilakukan melalui proses lelang. Pengerjaan revitalisasi sekolah dilakukan secara swakelola sesuai petunjuk teknis program.

Baca Juga:Jangan Asal Evaluasi! Dewan Minta Wali Kota Tasikmalaya Pahami Masalah Parkir di LapanganTruk LPG Kecelakaan di Pangandaran! Gas Melon Bertebaran di Jalan, Sopir Meninggal Dunia

“Kalau yang program revitalisasi dari Kemendikdasmen itu swakelola,” ujarnya.

‎Dengan mekanisme tersebut, sekolah penerima tidak mendapatkan alokasi dalam nilai yang seragam. Besaran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan revitalisasi yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan program.

‎‎Untuk nominal bantuan, kata Indra, alokasi terkecil berada pada jenjang PAUD, yakni sekitar Rp24 juta. Sedangkan alokasi terbesar mencapai sekitar Rp2,3 miliar untuk SD Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi. “Bantuan paling kecil itu ada di jenjang PAUD, kalau tidak salah Rp24 juta. Yang terbesar ada di SD Linggajaya, nilainya Rp2,3 miliar,” ungkapnya.

‎Kendati nilai bantuannya mencapai miliaran rupiah, pengerjaan di SD Linggajaya tetap menggunakan mekanisme swakelola dan bukan melalui tender maupun penunjukan penyedia sebagaimana pengadaan konstruksi pada umumnya. Program revitalisasi tersebut sebelumnya telah menyasar puluhan satuan pendidikan di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data Dinas Pendidikan per 1 Agustus 2026, penerima program revitalisasi terdiri dari 24 SD, 8 SMP dan 45 PAUD.

‎Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan program pada 2025. Saat itu, Kota Tasikmalaya mendapatkan alokasi revitalisasi untuk 8 SD, 8 SMP dan 7 PAUD.

‎‎Indra menegaskan, pelaksanaan program tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kemendikdasmen. Artinya, besaran anggaran maupun bentuk pekerjaan tidak bisa disamaratakan karena setiap sekolah memiliki kebutuhan dan kondisi bangunan yang berbeda.

0 Komentar