RADARTASIK.ID – Masa depan Rafael Leao masih menjadi salah satu teka-teki terbesar di AC Milan menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026.
Situasi pemain asal Portugal tersebut bahkan menjadi semakin rumit setelah muncul berbagai spekulasi mengenai kemungkinan kepergiannya dari San Siro.
Menariknya, kondisi Leao saat ini berbanding terbalik dengan situasi beberapa bulan lalu.
Baca Juga:Presiden Ravenna Pastikan Ronaldinho Kembali ke Lapangan Hijau: Ia Ingin Mencetak Gol Terakhir Amorim Buka Peluang AS Roma Barter Pemain dengan AC Milan: Soule Tukar Guling dengan Nkunku
Sesaat setelah musim sebelumnya berakhir, kepergian sang winger dari Milan sempat dianggap hampir pasti.
Sikap pemilik klub Gerry Cardinale dan sejumlah pernyataan Leao ikut memperkuat dugaan bahwa pemain Portugal itu akan mencari tantangan baru.
Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, transfer tersebut belum juga terwujud.
Direktur TeleLombardia, Fabio Ravezzani, turut memberikan penilaian keras terhadap performa dan sikap Leao.
Dalam video terbarunya di YouTube, Ravezzani menyoroti perubahan sang pemain setelah mendapatkan kenaikan gaji yang sangat besar.
Menurutnya, Leao justru mengalami penurunan performa setelah kontraknya diperbarui dengan nilai yang jauh lebih tinggi.
“Rafael Leao memiliki sebuah paradoks. Sejak gajinya dinaikkan tiga kali lipat, dia justru tampil lebih buruk,” ujar Ravezzani.
Ia menilai Leao menjadi lebih jarang memberikan kontribusi di lapangan dan beberapa kali menunjukkan sikap yang dianggap tidak mencerminkan seorang pemain yang seharusnya menjadi panutan bagi rekan-rekannya.
Baca Juga:Tijjani Reijnders Gabung Al Qadsiah, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp280 MiliarChelsea Ultimatum Manchester City: Bayar Enzo Fernandez Rp2,8 Triliun Pada Jumat Sore
Ravezzani bahkan menggambarkan Leao sebagai pemain yang mulai kehilangan fokus dan tidak lagi menjadi titik referensi bagi skuad Milan.
Menurutnya, situasi tersebut terlihat dari sejumlah perilaku Leao dalam beberapa bulan terakhir, termasuk ketika sang pemain disebut enggan mengikuti sesi cooling break dan pernah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Milan.
“Bukannya menjadi titik referensi bagi rekan-rekannya, dia justru berubah menjadi semacam pemberontak,” kata Ravezzani.
Meski Leao belakangan disebut berusaha memperbaiki situasi, sang jurnalis menilai upaya tersebut datang terlambat.
Terlepas dari kritik tersebut, posisi Leao di skuad AC Milan ternyata belum berubah secara drastis.
Ruben Amorim disebut belum memasukkan nama Leao dalam daftar pemain yang secara khusus ingin dilepas pada musim panas ini.
Dalam pertemuan terbaru di Milanello bersama Gerry Cardinale, nama pemain Portugal itu tidak termasuk dalam daftar utama pemain yang dibicarakan untuk dijual.
