Cardinale sendiri datang ke Milanello untuk membahas arah teknis tim bersama Amorim.
Kehadiran pemilik Milan tersebut menunjukkan bahwa masa depan skuad menjadi salah satu agenda penting menjelang dimulainya musim baru.
Namun, tidak masuknya Leao dalam daftar jual bukan berarti masalahnya sudah selesai.
Baca Juga:Presiden Ravenna Pastikan Ronaldinho Kembali ke Lapangan Hijau: Ia Ingin Mencetak Gol Terakhir Amorim Buka Peluang AS Roma Barter Pemain dengan AC Milan: Soule Tukar Guling dengan Nkunku
Kasus yang melibatkan mantan pemain Lille tersebut masih membutuhkan penyelesaian langsung antara sang pemain dan pemilik klub.
Karena itu, pertemuan empat mata antara Leao dan Cardinale dipandang menjadi langkah penting untuk menentukan arah masa depannya.
Menurut laporan Sky Sport, Cardinale meminta bertemu langsung dengan Leao pada awal pekan depan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat mengakhiri berbagai kontroversi yang muncul akibat pernyataan-pernyataan Leao dalam beberapa waktu terakhir.
Cardinale disebut ingin semuanya menjadi jelas dan tidak lagi berada dalam wilayah abu-abu.
Dalam pembicaraan tersebut, Cardinale diperkirakan akan menegaskan bahwa Milan masih terbuka terhadap solusi yang dapat diterima semua pihak.
Jika Leao benar-benar ingin meninggalkan San Siro, Milan tidak akan menghalangi. Namun, klub hanya akan membuka pintu jika tawaran yang masuk memenuhi tuntutan finansial mereka.
Baca Juga:Tijjani Reijnders Gabung Al Qadsiah, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp280 MiliarChelsea Ultimatum Manchester City: Bayar Enzo Fernandez Rp2,8 Triliun Pada Jumat Sore
Nilai yang dipatok berada di kisaran €50-60 juta, atau sekitar Rp1-1,2 triliun dengan kurs €1 = Rp20.000.
Artinya, klub peminat harus mengeluarkan dana minimal sekitar Rp1 triliun untuk mendapatkan jasa Leao secara permanen.
Sejauh ini, bursa transfer belum memberikan solusi yang diinginkan Leao. Belum ada klub yang benar-benar datang dengan tawaran sesuai tuntutan Milan sekaligus memenuhi keinginan pemain untuk pindah.
Jika tidak ada transfer permanen yang konkret, maka Leao harus kembali sepenuhnya ke dalam skuad Milan.
Bukan hanya kembali berlatih, tetapi juga harus menyelesaikan persoalan internal dengan klub dan rekan-rekan setimnya.
Milan ingin ada penjelasan mengenai berbagai kejadian selama empat bulan terakhir agar tidak terus menjadi sumber ketegangan di ruang ganti.
Dengan kata lain, Milan menginginkan kejelasan. Jika Leao pergi, maka klub harus mendapatkan keuntungan finansial yang sesuai. Jika bertahan, sang pemain harus benar-benar kembali fokus dan berkomitmen terhadap proyek Amorim.
