Fabio Ravezzani: Rafael Leao Tampil Semakin Buruk Sejak Gajinya Naik Tiga Kali Lipat 

Rafael Leao
Rafael Leao  Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan 
0 Komentar

Sementara masa depannya belum jelas, Leao juga dipastikan tidak ikut dalam pertandingan persahabatan AC Milan melawan Manchester United yang dijadwalkan berlangsung di Polandia pada Agustus ini.

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, absennya Leao bukan semata-mata berkaitan dengan persoalan transfer.

Sang pemain mengalami masalah otot sehingga tidak berada dalam kondisi ideal untuk tampil.

Baca Juga:Presiden Ravenna Pastikan Ronaldinho Kembali ke Lapangan Hijau: Ia Ingin Mencetak Gol Terakhir Amorim Buka Peluang AS Roma Barter Pemain dengan AC Milan: Soule Tukar Guling dengan Nkunku

Masalah tersebut bahkan berpotensi memengaruhi persiapannya menghadapi pertandingan kompetitif pertama musim baru.

Leao diragukan tampil sejak awal ketika Milan menghadapi Torino pada laga pembuka liga yang dijadwalkan berlangsung 23 Agustus.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi Amorim. Leao merupakan salah satu pemain paling berbakat di skuad Milan dan memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda melalui kecepatan, kemampuan melewati lawan, serta kreativitasnya di sepertiga akhir lapangan.

Namun, Amorim juga membutuhkan pemain yang sepenuhnya fokus terhadap proyeknya.

Karena itu, pertemuan antara Leao dan Cardinale akan menjadi sangat penting. Milan harus menentukan apakah pemain Portugal itu masih menjadi bagian utama proyek Amorim atau justru akan dijual sebelum bursa transfer ditutup.

Jika Leao bertahan, tantangan terbesarnya bukan hanya mengembalikan kondisi fisik. Ia juga harus mengembalikan kepercayaan klub dan rekan-rekan setimnya.

Kritik Ravezzani mengenai penurunan performa setelah kenaikan gaji tiga kali lipat tentu semakin memperbesar sorotan terhadap sang pemain.

Kini, semua mata tertuju pada pertemuan Leao dengan Cardinale.

Dari pertemuan tersebut, masa depan salah satu bintang terbesar Milan kemungkinan akan mulai mendapatkan jawaban: bertahan dan kembali menjadi pusat proyek Amorim, atau pergi dengan nilai transfer sekitar €50-60 juta atau Rp1-1,2 triliun.

0 Komentar