TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Hotel Santika Tasikmalaya mulai menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri sebagai bagian dari komitmennya terhadap isu lingkungan.
Program yang mulai berjalan sejak Juli 2026 itu mengubah cara hotel menangani sampah. Setiap limbah dipilah terlebih dahulu untuk menentukan apakah dapat diolah kembali atau disalurkan kepada pihak yang dapat memanfaatkannya.
Sampah organik dari aktivitas dapur, seperti sisa potongan sayur dan buah, diolah menjadi pupuk cair. Sementara sisa makanan dimanfaatkan melalui kerja sama dengan peternak maggot.
Baca Juga:Penjualan Ritel Juli 2026 Diproyeksi Tumbuh 0,9 Persen, Akhiri Tren Kontraksi 3 BulanKlaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Online, Peserta Tasikmalaya Diminta Manfaatkan Lapak Asik
Adapun sampah plastik, kardus, kertas, dan material lain yang masih bernilai dipisahkan untuk disalurkan kepada pengelola sampah.
Pemilahan berdasarkan jenis sampah itu memungkinkan limbah yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
Sampah yang memiliki potensi pemanfaatan lebih diarahkan untuk diolah atau disalurkan sesuai karakteristiknya sehingga sebagian limbah dapat kembali dimanfaatkan dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
General Manager Hotel Santika Tasikmalaya, Baharuddin Adam, mengatakan, penerapan sistem tersebut turut mengubah kebiasaan kerja di lingkungan hotel. Sampah tidak lagi dicampur sejak awal, melainkan dipilah sesuai jenisnya, baik dari aktivitas restoran maupun kamar hotel.
“Memang prosesnya sedikit lebih rumit karena sejak awal sampah harus dipilah. Di restoran misalnya, setelah tamu selesai makan, sampah langsung dipisahkan sebelum dibawa ke belakang. Hal yang sama juga dilakukan untuk sampah dari kamar hotel,” jelasnya.
Bagi hotel, pemilahan menjadi tahapan penting karena menentukan seberapa banyak limbah yang masih dapat dimanfaatkan dan seberapa banyak yang pada akhirnya harus dibuang.
Dengan pengolahan maupun penyaluran sesuai jenisnya, beban sampah yang keluar dari lingkungan hotel diharapkan dapat ditekan.
Baca Juga:Cuma Rp 36.800 Per Bulan, Pekerja Informal Tasikmalaya Bisa Dapat 3 Perlindungan BPJS KetenagakerjaanLaba Bersih ITMG Tumbuh 17 Persen pada Semester I 2026, Harga Minyak Jadi Tekanan
“Harapannya jumlah sampah yang kami buang ke TPS atau ke pemerintah daerah bisa semakin berkurang,” ujarnya.
Penerapan pengelolaan sampah mandiri tersebut juga mempertemukan aktivitas hotel dengan pihak lain yang dapat memanfaatkan limbah.
Sisa makanan masuk ke rantai pemanfaatan melalui peternak maggot, sedangkan material anorganik disalurkan kepada pengelola sampah untuk diproses kembali.
Baharudin berharap upaya yang dilakukan di lingkungan Hotel Santika Tasikmalaya tidak berhenti sebagai kebijakan internal. Pengelolaan sampah dari kegiatan operasional, menurutnya, dapat menjadi inspirasi dan dorongan bagi pihak lain untuk mengambil peran dalam mengurangi persoalan sampah dan menjaga lingkungan. (Fitriah Widayanti)
