Ravezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot” 

Mike Maignan
Mike Maignan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Ia juga meminta publik tidak mempercayai spekulasi yang tidak berasal dari dirinya.

“Untuk menghindari spekulasi dan laporan palsu, saya tegaskan kembali bahwa sejak beberapa waktu lalu saya telah mempercayakan pengelolaan semua kepentingan saya sepenuhnya kepada keluarga dan pengacara saya. Tidak ada orang lain yang berwenang berbicara atas nama saya,” lanjutnya.

Leao menutup pesannya dengan menegaskan bahwa dirinya hanya ingin berkonsentrasi terhadap target berikutnya.

Baca Juga:Kepala Wasit UEFA Minta Kurangi Penggunaan VAR: “Ini Sepak Bola, Bukan PlayStation”Beppe Bergomi: Juventus Punya Banyak Pemain yang Jago Duel Satu Lawan Satu

Pernyataan tersebut dianggap sebagai respons terhadap berbagai rumor mengenai kemungkinan kepindahannya dari San Siro.

Milan memang tidak menganggap Leao sebagai pemain yang tidak tersentuh. Rossoneri masih terbuka terhadap kemungkinan menjualnya jika datang tawaran yang sesuai dengan penilaian klub.

Masalahnya, hingga kini belum ada proposal yang benar-benar memenuhi kepentingan Milan sekaligus sesuai dengan ambisi olahraga Leao.

Kondisi tersebut membuat situasi menjadi semakin rumit.

Di satu sisi, Amorim harus mempersiapkan skuad untuk musim baru. Di sisi lain, ketidakpastian masa depan Leao membuat perencanaan taktik menjadi tidak maksimal.

Leao juga belum memiliki posisi yang benar-benar jelas dalam skema 3-4-2-1 yang menjadi ciri khas Amorim.

Mantan pelatih Sporting CP dan Manchester United tersebut lebih membutuhkan pemain yang mampu menjalankan peran spesifik di belakang striker serta bekerja dalam sistem pressing dan transisi cepat.

Akibatnya, kebuntuan transfer Leao ikut menghambat keputusan Milan untuk berinvestasi di posisi tersebut.

Baca Juga:Costacurta Bongkar Masalah AC Milan: Mental Pemain Gampang Runtuh dalam Siatuasi Sulit Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA Italianya

Jika Leao bertahan, Amorim harus menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan kemampuannya. Namun, jika sang pemain akhirnya pergi, Milan membutuhkan pengganti yang benar-benar sesuai dengan sistem baru.

Rangkaian persoalan tersebut menunjukkan bahwa Milan menghadapi musim panas yang jauh dari kata tenang.

Kasus kepulangan Maignan dan Rabiot, rumor ketertarikan Al Nassr terhadap Maignan, hingga ketidakpastian masa depan Leao menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen.

Di atas lapangan, Amorim membutuhkan waktu untuk menerapkan sistem barunya. Namun, di luar lapangan, Milan juga membutuhkan struktur kepemimpinan yang kuat agar para pemain memahami aturan dan arah proyek klub.

Kritik Ravezzani pada akhirnya bukan semata-mata mengenai empat hari keterlambatan kepulangan Maignan dan Rabiot.

0 Komentar