Ravezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot” 

Mike Maignan
Mike Maignan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Kepulangannya ke Milanello yang sebelumnya dijadwalkan pada 12 Agustus disebut mengalami penundaan hingga 16 Agustus.

Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan, terutama karena Milan tengah memasuki periode penting menjelang dimulainya kompetisi.

Situasi semakin menarik setelah muncul ketertarikan dari Arab Saudi. Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo, disebut sedang mencari penjaga gawang baru untuk menggantikan Bento.

Baca Juga:Kepala Wasit UEFA Minta Kurangi Penggunaan VAR: “Ini Sepak Bola, Bukan PlayStation”Beppe Bergomi: Juventus Punya Banyak Pemain yang Jago Duel Satu Lawan Satu

Maignan kemudian menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan klub tersebut.

Padahal, Milan tidak memiliki keinginan untuk melepas sang kapten dengan mudah. Kontrak Maignan masih berlaku hingga 2031 dengan nilai gaji sekitar €7 juta per musim termasuk bonus.

Dengan kurs €1 = Rp20.000, angka tersebut setara dengan sekitar Rp140 miliar per tahun.

Milan juga disebut tidak ingin menurunkan nilai sang pemain hanya demi membuka jalan bagi kepindahan.

Di sisi lain, klub juga menghadapi dilema karena tidak ingin mempertahankan pemain yang tidak bahagia di dalam skuad.

Amorim sendiri masih mengandalkan Maignan sebagai salah satu bagian penting dari proyek barunya.

Kasus Maignan dan Rabiot kemudian memperbesar pertanyaan mengenai struktur kepemimpinan Milan.

Baca Juga:Costacurta Bongkar Masalah AC Milan: Mental Pemain Gampang Runtuh dalam Siatuasi Sulit Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA Italianya

Ravezzani menilai sebuah klub besar membutuhkan sosok yang mampu menjadi jembatan antara manajemen, pelatih, dan pemain.

Sosok tersebut tidak hanya hadir dalam urusan administratif, tetapi juga harus mampu membangun hubungan personal dengan pemain.

Bagi Ravezzani, absennya figur seperti itu bisa menjadi persoalan besar ketika muncul konflik atau ketidakpuasan.

Milan saat ini sedang menjalani perubahan besar. Ruben Amorim datang dengan filosofi baru, sementara manajemen juga melakukan restrukturisasi. Dalam situasi seperti itu, komunikasi internal menjadi semakin penting.

Jika tidak ada figur yang memiliki otoritas dan kedekatan dengan pemain, persoalan kecil berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Di tengah persoalan Maignan dan Rabiot, Rafael Leao juga kembali membuat pernyataan melalui media sosial yang memicu spekulasi mengenai masa depannya.

Penyerang asal Portugal tersebut menegaskan bahwa fokusnya tetap berada di lapangan. Ia sekaligus membantah kemungkinan adanya pihak lain yang berbicara atas namanya.

“Satu-satunya pikiran saya adalah di lapangan. Saya fokus memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan dan setiap sesi latihan,” tulis Leao melalui Instagram Story.

0 Komentar