Taktik Amorin Buat Pertahanan AC Milan Sangat Rapuh: Kebobolan Enam Gol dalam Tiga Laga

Ruben Amorin
Ruben Amorin Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Masalah tersebut menjadi semakin penting karena Ruben Amorim membawa pendekatan taktik yang berbeda.

Pelatih asal Portugal itu mengandalkan sistem tiga bek dengan pressing tinggi dan garis pertahanan yang berani berada jauh dari gawang.

Dalam model seperti ini, bek tidak hanya dituntut kuat dalam duel satu lawan satu, tetapi juga harus memiliki kecepatan, keberanian menjaga ruang besar serta kemampuan membaca situasi ketika lawan melakukan serangan balik.

Karakteristik tersebut membuat kebutuhan Milan di lini belakang semakin spesifik.

Baca Juga:Inter Kalahkan Leverkusen untuk Rekrut Moussa Diaby: Ajukan Tawaran Baru Sebesar Rp500 MiliarReal Madrid Bersedia Pinjamkan Endrick ke AS Roma: Peminjaman Tanpa Opsi Beli Jadi Kendala

Manajemen sebelumnya mendapat apresiasi setelah memutuskan memperkuat pertahanan dengan mendatangkan Mario Gila.

Bek asal Spanyol tersebut dianggap memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan permainan modern karena agresif, nyaman membawa bola dan mampu membantu membangun serangan dari belakang.

Namun, investasi tersebut belum memberikan dampak maksimal karena Gila mengalami cedera.

Kondisi itu menjadi masalah tersendiri bagi Amorim. Tanpa Gila, Milan harus mengandalkan komposisi pertahanan yang belum sepenuhnya ideal untuk sistemnya.

Fikayo Tomori dan Strahinja Pavlovic misalnya, masih menunjukkan beberapa kelemahan ketika harus mempertahankan ruang yang sangat luas di belakang mereka. Situasi tersebut semakin terlihat ketika Milan bermain dengan garis pertahanan tinggi.

Matteo Gabbia memang memiliki kemampuan membangun serangan dan distribusi bola yang cukup baik.

Namun, ketika harus berlari mundur dan menghadapi ruang besar di belakangnya, ia juga bisa mengalami kesulitan.

Baca Juga:Manchester City Bidik Enzo Fernandez untuk Gantikan Rodri, PSG Incar Bintang Ajax Jurnalis Argentina: AC Milan Layangkan Tawaran Perdana untuk Leandro Paredes

Sementara itu, Malick Thiaw juga belum sepenuhnya memberikan keyakinan dalam situasi pertahanan terbuka.

Contoh terbaru terlihat ketika Milan menghadapi Chelsea. Beberapa kali lini belakang Rossoneri kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain lawan ketika ruang di belakang pertahanan terbuka.

Situasi tersebut menjadi peringatan bagi manajemen.

Milan tampaknya tidak cukup hanya mendatangkan Mario Gila. Setidaknya satu bek lagi dengan karakteristik yang benar-benar sesuai dengan sistem Amorim dibutuhkan.

Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena Milan tidak hanya harus memperbaiki organisasi pertahanan, tetapi juga meningkatkan kualitas individu di lini belakang.

Salah satu solusinya adalah melakukan perombakan kecil terhadap komposisi skuad. Artinya, ada pemain yang kemungkinan harus meninggalkan San Siro sebelum pemain baru didatangkan.

0 Komentar