RADARTASIK.ID – Perselisihan panas mewarnai bursa transfer Serie A usai agen Sebastiano Esposito, Mario Giuffredi, terlibat perang terbuka dengan Direktur Jenderal Cagliari, Stefano Melis.
Keributan ini terjadi karena Giuffredi tak menerima kliennya dituding melakukan tindakan yang menyerupai upaya pemerasan saat proses negosiasi kontrak.
Konflik ini semakin memanas karena Giuffredi memutuskan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Baca Juga:Ardon Jashari Ingin Jadi Tandem Luka Modric: Ia Punya DNA PemenangInter Sulit Datangkan Pengganti Dumfries karena Ada Pemain yang Menolak Dijual
Ia mengumumkan telah melaporkan Melis atas dugaan pencemaran nama baik yang diperberat.
Perseteruan bermula dari pernyataan Melis saat acara peluncuran skuad Cagliari di Pula, Rabu malam waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Melis mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Sebastiano Esposito beserta pihak yang mewakilinya selama pembicaraan mengenai penyesuaian kontrak pemain yang masih berlaku hingga 2030.
Menurut Melis, perilaku sang pemain dan rombongannya sudah melewati batas negosiasi biasa.
“Apa yang terjadi lebih mirip dengan upaya pemerasan,” ujar Melis, sebagaimana dikutip media Italia.
Ia juga menyinggung insiden ketika Esposito meninggalkan pemusatan latihan pada malam hari.
Tak lama setelah itu, pemain berusia 24 tahun tersebut menyerahkan surat keterangan medis yang menurut Melis “setidaknya sangat memalukan.”
Ucapan Melis langsung memicu kemarahan Mario Giuffredi.
Baca Juga:Senjata Presiden UEFA Gulingkan Infantino: Usung "Sepak Bola Milik Rakyat" Langkah Brilian Fiorentina di Bursa Transfer: Sukses Rekrut Franco Mastantuono, Separuh Gaji Dibayar Madrid
Agen yang dikenal menangani banyak pemain Serie A itu menilai tuduhan tersebut sangat serius dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Seorang petinggi klub Serie A yang menggunakan kata ‘pemerasan’ seharusnya merasa malu,” tegas Giuffredi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Esposito memang sedang tidak baik secara mental sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Menurut Giuffredi, kliennya memperoleh rekomendasi istirahat selama 10 hari setelah menjalani pemeriksaan bersama seorang psikolog karena mengalami stres.
Karena itu, ia menolak keras anggapan bahwa surat keterangan medis yang diajukan Esposito dibuat-buat atau tidak layak dipercaya.
Giuffredi juga membantah tuduhan bahwa pihaknya menekan Cagliari dalam proses negosiasi kontrak.
Bahkan, ia mengklaim Melis sebenarnya tidak pernah terlibat langsung dalam pembicaraan mengenai masa depan Esposito.
Tak berhenti sampai di situ, Giuffredi turut membongkar cerita yang menurutnya terjadi di balik layar.
Ia mengaku pernah berbicara langsung dengan Presiden Cagliari, Tommaso Giulini, yang disebut memiliki ide agar keduanya berpura-pura bertengkar di depan para petinggi klub.
