Menurut Giuffredi, skenario itu bertujuan menciptakan kesan bahwa hubungan antara pemain dan klub sudah tidak bisa diperbaiki sehingga mempermudah proses penjualan Esposito dengan harga 20 juta euro atau sekitar Rp400 miliar (kurs Rp20.000 per euro).
“Dia ingin menciptakan sandiwara. Saya sudah melaporkan Melis ke pihak berwenang dan saya akan membalas setiap tuduhan yang diarahkan kepada kami,” ujar Giuffredi.
Pernyataan tersebut semakin memperkeruh hubungan antara kubu Esposito dan manajemen Cagliari.
Baca Juga:Ardon Jashari Ingin Jadi Tandem Luka Modric: Ia Punya DNA PemenangInter Sulit Datangkan Pengganti Dumfries karena Ada Pemain yang Menolak Dijual
Di tengah konflik yang terus memanas, posisi Sebastiano Esposito di Cagliari semakin tidak menentu.
Meski demikian, manajemen Rossoblu tetap menegaskan bahwa mereka hanya akan melepas sang penyerang apabila menerima tawaran yang sesuai dengan nilai pasar dan tuntutan finansial klub.
Artinya, Cagliari tidak akan menjual Esposito dengan harga murah meskipun hubungan kedua belah pihak sedang memburuk.
Sementara itu, klub asal Sardinia tersebut tetap aktif di bursa transfer. Cagliari baru saja menyelesaikan kesepakatan dengan Atalanta untuk mendatangkan Daniel Maldini.
Putra legenda AC Milan, Paolo Maldini, itu bergabung dengan status pinjaman berbayar senilai 1 juta euro atau sekitar Rp20 miliar, disertai opsi pembelian permanen sebesar 8 juta euro atau sekitar Rp160 miliar.
Meski transfer Daniel Maldini tidak berkaitan langsung dengan masa depan Esposito, Atalanta disebut-sebut bisa menjadi salah satu tujuan potensial bagi mantan striker Inter Milan tersebut apabila akhirnya meninggalkan Cagliari pada bursa transfer musim panas ini.
Dengan situasi yang semakin memanas dan proses hukum yang mulai berjalan, saga transfer Sebastiano Esposito dipastikan masih akan menjadi salah satu perhatian utama di Serie A dalam beberapa pekan ke depan.
