Dalam pernyataannya, NZ juga memohon agar keluarga tidak lagi diseret ke dalam polemik yang sedang dihadapinya.
“Saya minta netizen jangan mengaitkan semua ini dengan keluarga saya. Mereka tidak tahu apa-apa. Ini murni kesalahan saya,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Asep Hendra Hendriana sebelumnya menegaskan komentar yang diduga dibuat NZ merupakan tindakan yang tidak etis dan bertentangan dengan nilai profesi pelayanan kesehatan.
Baca Juga:UMKM Tepas Papandayan Didorong Naik Kelas, OJK Tasikmalaya Perkuat Akses Keuangan Lewat Desa EKISalah Tafsir Aturan Tarif Retribusi Pasar Dikoreksi, Pemkot Tasikmalaya Buka Keran Review
Menurutnya, seluruh insan kesehatan wajib menjaga etika, baik saat bertugas maupun ketika menggunakan media sosial.
“Setiap tenaga kesehatan memiliki kewajiban menjaga sikap dan etika profesi, baik dalam keseharian maupun di media sosial. Karena ada marwah profesi yang harus dijaga dengan baik,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya.
Direktur RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dr Budi Tirmadi menjelaskan hasil pemeriksaan internal menunjukkan NZ bukan tenaga kesehatan, melainkan staf administrasi berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Meski demikian, manajemen telah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan berkoordinasi dengan BKPSDM serta Inspektorat Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menentukan tindak lanjut sesuai aturan.
Dr Budi menegaskan tindakan tersebut merupakan perbuatan pribadi dan tidak berkaitan dengan pelayanan RSUD dr Soekardjo. Ia juga menyayangkan kasus itu karena dinilai mencoreng nama baik rumah sakit.
“Kami susah payah membangun citra rumah sakit, tetapi bisa dirusak oleh satu orang. Ini menjadi introspeksi bagi kami semua,” tegasnya.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien di Threads yang mengaku menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh kamar rumah sakit. Unggahan tersebut kemudian viral dan memancing berbagai komentar, termasuk komentar bernada kasar dari akun yang diduga milik NZ.
Baca Juga:Pegawai RSUD dr Soekardjo Minta Maaf Usai Viral, Siap Terima Sanksi: Jejak Digital Tak Bisa DihapusKomentar Pegawai RSUD dr Soekardjo Viral, Dinkes Tasikmalaya Tegaskan Etika Profesi Tak Boleh Gugur di Medsos
Belakangan pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Namun, peristiwa pelayanan rumah sakit yang dikeluhkan terjadi di luar Kota Tasikmalaya dan bukan di RSUD dr Soekardjo.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari anggota DPRD yang namanya dikaitkan oleh warganet sebagai ayah NZ.
Radar Tasikmalaya masih berupaya melakukan konfirmasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. (rezza rizaldi)
