Armada tersebut berasal dari Damkar Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten Tasikmalaya, serta bantuan dua unit kendaraan dari Yon TP Macan Putih.
“Api berhasil ditangani sekitar dua jam. Kendala utama saat pemadaman adalah keterbatasan armada sehingga kami mendapat bantuan dari Kabupaten dan Macan Putih,” tutur Budi.
Selain petugas pemadam, proses penanganan juga melibatkan personel TNI, Polri, PMI, PLN, BPBD, serta warga sekitar.
Baca Juga:Prabowo, KDM (Part 3): Kebutuhan Masyarakat akan Pemimpin yang Terlihat Bekerja!Prabowo, KDM (Part 2): Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Kehadiran
Budi menambahkan, lokasi kebakaran berada di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), sehingga PLN langsung melakukan pemeriksaan dan pemadaman sementara aliran listrik sebagai langkah antisipasi.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu petugas mengalami kelelahan akibat menghirup asap tebal dari material plastik yang terbakar dan langsung mendapat penanganan tim kesehatan PMI.
Petugas juga sempat mengalami kesulitan menjangkau bagian dalam gudang karena atap bangunan ambruk. Kondisi itu membuat proses pemadaman terhadap kendaraan yang berada di dalam gudang menjadi lebih sulit.
“Yang bisa masuk hanya petugas dengan perlengkapan lengkap karena kondisi di dalam cukup berbahaya,” jelasnya.
Data sementara di lapangan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Namun, laporan dari unsur kewilayahan memperkirakan nilai kerugian dapat menembus sekitar Rp1 miliar karena selain bangunan, kendaraan operasional dan berbagai barang bekas bernilai ekonomi ikut hangus terbakar.
Hingga Selasa malam pukul 20.35 api sudah padam, namun petugas masih melakukan proses pendinginan sekaligus mengumpulkan data kerusakan.
Baca Juga:Prabowo, KDM, dan Politik Sandi Yudha (Part 1)Jalan Satset Karaoke!
Polisi juga memasang garis polisi di lokasi dan memastikan penyebab pasti kebakaran akan ditentukan melalui hasil penyelidikan lebih lanjut.
Di gudang rongsok, kabel tua dan tumpukan material mudah terbakar bisa menjadi kombinasi yang tak pernah memberi ruang untuk lengah. Satu percikan saja, nilainya bisa berubah menjadi abu. (rezza rizaldi)
