Bau Busuk ‎Sampah Menggunung di Lukmanul Hakim Kota Tasikmalaya, Ganggu Warga dan Sekolah

Gundukan sampah jalan lukmanul hakim kota tasikmalaya
Sampah menggunduk di bahu Jalan Lukmanul Hakim Kecamatan Cihideung, Selasa (4/8/2026) (Foto: Firgiawan/ Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah kembali mencuat di Jalan Lukmanul Hakim, Kecamatan Cihideung. Tumpukan sampah yang berada di lokasi pembuangan liar tersebut terlihat menggunung dan memanjang di pinggir jalan, Selasa (4/8/2026).

‎Kondisi itu dikeluhkan warga lantaran sampah yang belum terangkut selama beberapa hari menimbulkan bau menyengat. Tumpukan tersebut juga menjadi tempat lalat berkerumun hingga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

‎Ironisnya, lokasi pembuangan sampah itu berada tak jauh dari sejumlah fasilitas pendidikan, yakni SDN Nagarawangi 1, SDN Nagarawangi 2 dan SDN Nagarawangi 3. Bau tak sedap bahkan tercium hingga kawasan sekolah dan lapak pedagang di sekitar jalan tersebut.

Baca Juga:Dishub Kota Tasikmalaya Edarkan Karcis Parkir Kedaluarsa, Cetakan Tahun 2025 Digunakan di 2026Soal Klaim Kepemilikan Sempadan Pantai di Madasari, Bupati Pangandaran Akan Cek Asal-usul Sertifikat

‎Berdasarkan pantauan Radar Tasikmalaya sekitar pukul 10.00 WIB, tumpukan sampah terlihat membentang lebih dari enam meter. Sebagian sampah tercecer hingga mendekati badan jalan sehingga turut mengganggu pengguna kendaraan yang melintas.

‎Warga sekitar, Andriana (39), mengatakan persoalan tersebut sudah berulang kali terjadi. Sampah biasanya terus bertambah hingga menumpuk sebelum petugas melakukan pengangkutan.

‎“Sudah beberapa lama seperti ini. Saya kurang tahu tepatnya sudah berapa hari tidak diangkut, tetapi memang sering terjadi penumpukan sampah di sini,” ujarnya.

‎Ia menduga tingginya volume sampah salah satunya dipicu kebiasaan warga dari luar kawasan yang membuang sampah ke lokasi tersebut. Sebagian di antaranya, kata dia, datang menggunakan kendaraan roda dua dan langsung meninggalkan sampah di pinggir jalan.

‎Kondisi serupa turut dikeluhkan pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di sekitar lokasi. Aep (52), pedagang pisang hijau, mengaku aktivitasnya cukup terganggu akibat bau dan banyaknya lalat yang muncul dari tumpukan sampah.

‎“Kalau bisa pengangkutannya rutin setiap hari supaya tidak sampai menumpuk. Kasihan pedagang, anak-anak sekolah dan pengguna jalan. Lalanya banyak, baunya juga mengganggu,” tuturnya.

‎Menurut Aep, dalam beberapa hari terakhir dirinya belum melihat pengangkutan sampah dilakukan di lokasi tersebut. Akibatnya, sampah terus bertambah dan menyebar ke area sekitar.

Baca Juga:Rencana Portal Jalan di Tasikmalaya Selatan Dinilai Tak Adil, Paguyuban Pengusaha Minta Dikaji UlangKurang Bernyali Benahi Parkir, Dishub Kota Tasikmalaya Wajib Tegas dan Transparan

‎Warga berharap pemerintah dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain penertiban lokasi pembuangan liar, peningkatan frekuensi pengangkutan dinilai penting agar sampah tidak kembali menumpuk.

0 Komentar