“Jadi kata keluarganya usai membuat laporan BAP, Heni hari ini sedang menjalani sidang di kerajaan pemerintah Arab Saudi. Sidang ini agar Heni mendapatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dari pemerintah Arab Saudi,” jelas Heri.
Setelah SPLP diterbitkan, kata dia, KBRI akan memproses pemulangan Heni ke Indonesia.
“Mudah-mudahan bisa segera selesai, dan Heni bisa pulang ke Tasikmalaya,” paparnya.
Baca Juga:KUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?40 Mahasiswa UBK Tasikmalaya Turun ke Masyarakat, Bawa Inovasi Daun Telang hingga Semprotan Antinyamuk Herbal
Setibanya di Indonesia melalui Jakarta, DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya tinggal menunggu informasi dari KP2MI untuk melakukan penjemputan sebelum Heni diserahkan kepada keluarganya.
“Jadi dinas tinggal menunggu informasi dari pusat untuk melakukan penjemputan. Kalau untuk keluarga nanti menunggu di kantor dinas. Nanti akan secara resmi dilakukan serah terima Heni oleh bupati kepada keluarga,” kata Heri.
Kepala Seksi Tenaga Kerja DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya Aa Ahmad Riswandi menambahkan kondisi Heni kini sudah lebih aman karena telah keluar dari rumah majikannya di Jeddah.
“Jadi sudah aman, sudah ada komunikasi biasa dengan keluarganya. Tinggal menunggu proses pemulangan TKW Heni Nuraeni melalui KBRI di Arab Saudi ke Indonesia. Nanti kami akan melakukan penjemputan,” tambah Aa.
Diberitakan sebelumnya, Heni Nuraeni, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya yang bekerja di Arab Saudi mengaku tak bisa pulang dan gajinya selama 14 tahun tak dibayar majikan sampai sekarang.
“Nama saya Heni Nuraeni binti Adi Subakti. Saya TKI di Saudi sudah 17 tahun dan gaji saya 14 tahun belum dibayar,” ungkap Heni melalui video yang diunggah akun @Wiewiedwida ((cia)) di Tiktok.
Dalam video itu Heni turut menyebutkan alamatnya yang berada di Jeddah Hainasin, Jalan Muhamad bin Hatta, Nomor 26.
“Lantai empat, apartemen sebelah kanan,” lanjutnya.
Baca Juga:Unsil Bekali Pemandu Body Rafting Pangandaran dengan Pelayanan Prima dan DigitalisasiTKW asal Tanjungjaya Diduga Ditahan Majikan di Arab Saudi, Minta Tolong ke KDM untuk Pulang
Dia kemudian menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar bisa membantunya pulang bertemu keluarga.
“Aku enggak punya KTP atau paspor karena majikanku tidak memperpanjang dan aku tidak dikasi memegang telepon, karena takut aku mengadu ke polres atau gimana aku enggak tahu,” paparnya.
