Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi anak tahun ini melampaui 91 persen bahkan mendekati 98 persen.
“Kalau anak-anak sehat, pendidikannya juga akan lebih baik. Ini kerja lintas sektor, mulai pendidikan, kesehatan, kewilayahan sampai orang tua,” ujarnya.
Selain meluncurkan TK Negeri Rakyat, Viman juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi pekerjaan rumah Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Piala Soeratin 2026 Tuntas! Walaupun Gagal Jadi Tuan Rumah Jabar, Wakil Kota Tasikmalaya Siap Berburu PrestasiPemilik Nama Asep Serbu Dadaha! Minta Sekretariat, Pemkot Tasikmalaya Terkendala Status Aset
Menurutnya, penyelesaian ATS tidak cukup dibebankan kepada Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah hingga pemerintah kewilayahan.
Ia mengungkapkan, Pemkot akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama camat, lurah, RT, RW hingga PKK untuk memperbaiki validitas data ATS sebelum menentukan bentuk intervensi.
“Dari sekitar 7.600 data ATS, sekarang tersisa sekitar 4.500 yang masih harus dilakukan cleansing. Kita ingin good data agar keputusan dan intervensinya juga tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri menjelaskan penerima bantuan TK Negeri Rakyat merupakan anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang telah diverifikasi langsung oleh kader Posyandu melalui pendataan dari rumah ke rumah.
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.
“Semua penerima berasal dari desil 1 dan desil 2. Datanya diverifikasi langsung oleh kader Posyandu sehingga tepat sasaran,” tuturnya.
Sebanyak 850 anak penerima manfaat memperoleh pembiayaan SPP serta bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, dan seragam.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Percepat Penataan Kawasan DadahaViman Benahi Dadaha Tasikmalaya Jelang 17 Agustus! Jogging Track Ditertibkan, Penerangan Ditambah
Elvira menambahkan, keberadaan TK Negeri Rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan kognitif, motorik, bahasa, hingga sosial emosional anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Harapannya saat masuk SD anak-anak sudah siap, lebih mandiri, dan memiliki karakter yang baik. Itulah fondasi pendidikan yang ingin kita bangun sejak usia dini,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
