UEFA Nyatakan Perang dengan FIFA: 55 Negara Eropa Ancam Boikot Piala Dunia

UEFA
Ilustrasi logo UEFA  Foto: Tangkapan layar X 
0 Komentar

“Proposal yang begitu penting bagi sepak bola justru disusun secara diam-diam dan hampir disetujui tanpa konsultasi yang berarti dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab mengelola olahraga ini.”

UEFA menilai tindakan tersebut bukan hanya mencerminkan lemahnya kepemimpinan FIFA, tetapi juga dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab organisasi sebagai penjaga sepak bola dunia.

“Ini bukan sekadar kegagalan kepemimpinan, tetapi pengabaian terhadap tugas FIFA sebagai penjaga sepak bola dunia.”

Baca Juga:Ngeyel Saat Ditegur, Gattuso Usir Pemain Lazio dari Sesi LatihanInter Usir Davide Frattesi dan Kristjan Asllani, Agen Pemain Diminta Segera Carikan Klub Baru 

UEFA juga menuding FIFA memberikan tekanan kepada seluruh federasi nasional di dunia.

Menurut mereka, asosiasi sepak bola dipaksa memilih antara menerima perubahan permanen terhadap kepemilikan kompetisi FIFA atau menghadapi konsekuensi tertentu.

“Federasi nasional kini dihadapkan pada ultimatum: menerima pengambilalihan permanen terhadap kompetisi terbesar sepak bola atau menanggung akibatnya.”

UEFA menegaskan bahwa mekanisme tersebut sama sekali bukan proses demokratis.

“Ini bukan keputusan yang demokratis, melainkan bentuk pemerintahan yang dibangun di atas intimidasi dan paksaan. Cara seperti ini tidak pantas dilakukan oleh lembaga yang dipercaya melindungi sepak bola dunia.”

Dalam pernyataannya, UEFA mengingatkan bahwa masuknya investor swasta akan mengubah arah sepak bola secara permanen.

Menurut mereka, begitu investor memiliki kepemilikan dalam kompetisi FIFA, maka kepentingan bisnis akan menjadi prioritas utama.

“Ketika investor luar memperoleh kepemilikan dalam kompetisi FIFA, sepak bola akan berubah selamanya. Keuntungan komersial akan menjadi kewajiban permanen, sementara harapan para investor berubah menjadi tekanan setiap hari.”

Baca Juga:Rafael Leao Diburu Fenerbahce dan Galatasaray, AC Milan Pasang Tarif Rp1 Triliun Jurnalis Italia: Leao Ganggu Rencana Transfer AC Milan 

UEFA khawatir seluruh keputusan penting, mulai dari kalender pertandingan internasional, format kompetisi hingga kebijakan masa depan sepak bola, nantinya tidak lagi didasarkan pada kepentingan olahraga.

“Semua keputusan tidak lagi dibuat demi kebaikan sepak bola, tetapi demi memenuhi kepentingan para pemegang saham.”

Karena itu, UEFA menegaskan bahwa model bisnis tersebut tidak memiliki tempat dalam sepak bola internasional.

“Sepak bola tidak boleh menggadaikan masa depannya hanya demi keuntungan finansial.”

Sebagai bentuk penolakan, UEFA menyatakan tidak akan mengizinkan negara-negara anggotanya mengikuti kompetisi FIFA apabila proposal tersebut tetap dijalankan.

“Setelah pembahasan hari ini, tidak ada satu pun tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal ini masih berlaku.”

0 Komentar