UEFA menyebut sikap tersebut hanya bisa berubah apabila FIFA mencabut seluruh rencana tersebut serta memberikan jaminan yang mengikat bahwa kepemilikan kompetisi maupun tata kelola FIFA tidak akan pernah lagi dibuka kepada investor swasta.
Konfederasi sepak bola Eropa itu pun menutup pernyataannya dengan kalimat yang menjadi pesan paling tegas kepada FIFA.
“Ada saat ketika sebuah institusi dinilai bukan dari apa yang bersedia diterimanya, tetapi dari apa yang ditolaknya untuk dikompromikan. Ini adalah salah satu momen itu. Ada hal-hal yang terlalu berharga untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola, milik semua orang, dan selama Eropa masih memiliki suara, Piala Dunia tidak akan pernah dijual.”
Baca Juga:Ngeyel Saat Ditegur, Gattuso Usir Pemain Lazio dari Sesi LatihanInter Usir Davide Frattesi dan Kristjan Asllani, Agen Pemain Diminta Segera Carikan Klub Baru
Apabila ancaman tersebut benar-benar direalisasikan, dunia sepak bola berpotensi menghadapi krisis terbesar dalam sejarah modern.
Absennya 55 negara anggota UEFA, yang mencakup sebagian besar kekuatan utama sepak bola dunia, akan mengguncang kredibilitas seluruh turnamen FIFA dan memicu konflik berkepanjangan antara dua organisasi paling berpengaruh dalam sepak bola internasional.
