GARUT, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus merespons ancaman kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap.
Hingga saat ini, sebanyak 60.000 liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak kemarau.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saepulloh menyebut, penanganan dilakukan dengan menyasar titik-titik permukiman warga yang mulai mengalami krisis air bersih.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
“Sekarang kita suplai tahap demi tahap. Jadi intinya daerah mana yang mengalami kekurangan air bersih kita kirim,” ucapnya, Kamis 30 Juli 2026.
Aah Anwar Saepulloh menjelaskan, dalam skema pendistribusian, BPBD Kabupaten Garut melakukan kolaborasi dengan PDAM Tirta Intan Garut.
Suplai air bersih difasilitasi melalui mekanisme tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) khusus kebencanaan.
Langkah memilih sumber air dari PDAM dilakukan untuk menjamin mutu dan kebersihan air yang diterima oleh masyarakat.
“Kita kerja sama dengan PDAM karena tidak mengambil air dari sumber lain agar tetap higienis,” katanya.
Berdasarkan data dan laporan BPBD, sejauh ini pasokan air bersih telah menjangkau sekitar 12 lokasi titik rawan kekeringan di beberapa wilayah kecamatan.
Beberapa daerah yang telah mendapatkan bantuan suplai air bersih seperti Kecamatan Sucinaraja, Kecamatan Cikedung, Kecamatan Pasirwangi, dan Kelurahan Sirnagalih (Kecamatan Tarogong).
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Ia mengatakan, wilayah perkotaan juga kini sudah mulai ada daerah yang kekurangan air bersih.
“Kemarin Sabtu-Minggu kita ngirim juga air ke Pasirwangi. Bahkan kemarin di Tarogong, daerah Sirnagalih juga dikirim,” katanya.
Meski pengiriman air terus dilakukan, Aah menegaskan bahwa dampak kekeringan di Kabupaten Garut saat ini masih berada dalam taraf terkendali.
Pihaknya sejauh ini belum menaikkan tingkat status bencana karena kondisi masyarakat masih berada dalam tahapan siaga.
“Belum (parah), intinya masih tetap terkoordinasi. Masyarakat masih bisa menjalankan aktivitas dan belum terlalu jauh terganggu kehidupannya. Jadi kita belum menaikkan status, karena kita posisi sudah siaga,” tegasnya.
Selain itu, BPBD Kabupaten Garut menyatakan belum menerima laporan mengenai adanya sumur warga atau sumber mata air utama yang mengalami kekeringan total secara masif. (Agi Sugiana)
