TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kerasnya latihan, tetapi juga kualitas pemulihan fisik setelah bertanding maupun berlatih. Berangkat dari pemahaman tersebut, Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan inovasi baru bagi para atlet renang di Kota Tasikmalaya melalui aplikasi masase olahraga berbasis Android yang dirancang sebagai media edukasi digital untuk mendukung proses recovery dan mencegah cedera.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Kolam Renang Dadaha, Kota Tasikmalaya. Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas atlet Galunggung Aquatic Club (GAC) dan para orang tua atlet mengikuti pelatihan secara antusias, mulai dari pengenalan konsep masase olahraga hingga praktik menggunakan aplikasi secara langsung.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Galunggung Aquatic Club bersama Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi dan komunitas olahraga mampu bersinergi menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini.
Baca Juga:Vendor Akui Belum Mampu Fungsikan Karcis Parkir, Jukir di Kota Tasikmalaya Masih Harus DibinaPembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Terkendala Aturan Lahan 1.000 Meter
Sebagai salah satu klub renang yang aktif membina atlet di Tasikmalaya, Galunggung Aquatic Club dinilai menjadi mitra yang tepat dalam penerapan inovasi tersebut. Melalui program ini, para atlet tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam rutinitas latihan sehari-hari.
Aplikasi yang dikembangkan tim Universitas Siliwangi menghadirkan materi lengkap mengenai teknik masase olahraga. Mulai dari teknik pemanasan sebelum latihan, pemulihan otot setelah aktivitas fisik, hingga langkah-langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko cedera. Seluruh materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, dan video tutorial sehingga mudah dipahami oleh atlet maupun orang tua.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, hingga evaluasi. Para peserta diajak mencoba seluruh fitur aplikasi menggunakan telepon genggam masing-masing sehingga dapat memahami cara penggunaan secara mandiri
Dosen Universitas Siliwangi, Ucu M. Afif, M.Pd, mengatakan bahwa pembinaan atlet di era modern harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, pemanfaatan aplikasi digital menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas akses edukasi mengenai pentingnya pemulihan fisik bagi atlet.
