“Melalui kegiatan ini, kami berharap atlet dan orang tua semakin memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh. Teknologi yang kami hadirkan bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam proses pembinaan atlet,” ujar Ucu, Rabu (29/7/2026).
Sementara itu, Ketua Galunggung Aquatic Club, Nasrul Munir Juandi, M.Pd, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, inovasi digital seperti aplikasi masase olahraga sangat dibutuhkan karena mampu meningkatkan pemahaman atlet mengenai proses pemulihan dan pencegahan cedera yang selama ini sering terabaikan.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini memiliki peran penting. Pasalnya, proses pembinaan atlet tidak hanya berlangsung di kolam renang, tetapi juga berlanjut di rumah melalui pola istirahat, pemulihan, dan pendampingan yang tepat.
Baca Juga:Vendor Akui Belum Mampu Fungsikan Karcis Parkir, Jukir di Kota Tasikmalaya Masih Harus DibinaPembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Terkendala Aturan Lahan 1.000 Meter
Melalui kolaborasi ini, Universitas Siliwangi dan Galunggung Aquatic Club berharap dapat membangun ekosistem pembinaan olahraga yang lebih modern, ilmiah, dan berbasis teknologi. Kehadiran aplikasi masase olahraga berbasis Android diharapkan mampu meningkatkan literasi atlet mengenai pemulihan fisik, mempercepat proses recovery, mengurangi risiko cedera, serta menjadi salah satu langkah menuju lahirnya atlet-atlet aquatik berprestasi dari Kota Tasikmalaya.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi dari perguruan tinggi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ke depan, kami berharap program serupa dapat diperluas sehingga semakin banyak atlet dari berbagai cabang olahraga yang memperoleh manfaat dari teknologi digital,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
