Kolaborasi BKPSDM Ciamis–Unigal Atasi Kekurangan Guru Lewat Program Magister

Bkpsdm ciamis
Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Galuh (Unigal) Ciamis saat dilepas menjadi Peserta Magang Mahasiswa Guru Terintegrasi (Magister) Kabupaten Ciamis tahun 2026 di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

Melalui pola kemitraan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalani praktik lapangan, tetapi juga diperbantukan mendukung proses pembelajaran di sekolah yang mengalami kekurangan guru.

“Dengan begitu peserta magang mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, berkarakter, dan berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Selain membantu sekolah, program ini juga diharapkan mampu membangun tata kelola kemitraan dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia sektor pendidikan, menghadirkan sistem pendataan tenaga pendidik yang terintegrasi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penempatan mahasiswa yang tepat sasaran.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

Sebanyak 54 mahasiswa FKIP Unigal mengikuti program ini, terdiri atas 26 mahasiswa Pendidikan Jasmani, 4 Pendidikan Sejarah, 9 Pendidikan Bahasa Indonesia, 2 Pendidikan Biologi, 3 Pendidikan Matematika, dan 10 Pendidikan Bahasa Inggris.

Mereka akan menjalani magang selama Agustus hingga September 2026 di 18 sekolah sasaran, yakni SMPN 1 Ciamis, SMPN 1 Cijeungjing, SMPN 3 Ciamis, SMPN 3 Cipaku, SMPN 4 Ciamis, SMP Satu Atap Cipaku, SMPN 5 Ciamis, SDN 2 Cipaku, SMPN 8 Ciamis, SDN 1 Ciamis, SMPN 1 Cipaku, SDN 2 Ciamis, SMPN 2 Kawali, SDN 3 Ciamis, SMPN 3 Kawali, SDN 7 Ciamis, SMPN 1 Baregbeg, dan SDN 1 Cijeungjing.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, menilai Magister menjadi langkah strategis daerah untuk menjaga kualitas pendidikan di tengah keterbatasan formasi guru ASN.

“Kebutuhan guru pada setiap sekolah sangat mendesak karena banyaknya ASN yang pensiun dan mutasi. Sementara belanja pegawai terbatas. Melalui kolaborasi berbasis data dan domisili bersama BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Unigal bisa menghadirkan solusi legal, efisien, dan berdampak langsung,” katanya.

“Selanjutnya mahasiswa pun mendapatkan pengalaman nyata dan sekolah yang membutuhkan guru langsung mendapatkan dukungan tenaga pendidik,” tambahnya.

Wakil Dekan I FKIP Unigal, Dr Yeni Wijayanti MHum MPd, mengatakan program tersebut membantu penyaluran mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) menjadi lebih tepat sasaran.

“Kerja sama Unigal dengan BKPSDM ini, mahasiswa kita bisa langsung disalurkan ke sekolah yang membutuhkan guru. Sehingga kita merasa lebih bermanfaat dan membuka berjejaring para mahasiswa FKIP Unigal juga,” ujarnya.

0 Komentar