Dengan gaya khasnya, Komeng menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan hasil kerja bersama, bukan kerja individu.
“Saya hanya menyambungkan. Yang berkeringat itu Bu Lola, Pak Wakil dan teman-teman di Badan Pangan Nasional. Saya ibarat tukang las yang menyambungkan DPR, pemerintah daerah dan Bapanas,” ucapnya disambut tawa peserta.
Komeng berharap Gerakan Pangan Murah tidak berhenti di Tasikmalaya, tetapi dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Baca Juga:Cibangbay Cup 2026 Jadi Panggung Tarkam Talenta Lokal, 23 Tim Berebut Piala Ketua PSSI Kota TasikmalayaKapolres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti, ini Pesan Kapolda Jabar
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, mengungkapkan Kota Tasikmalaya layak diapresiasi karena mampu menjaga inflasi tetap berada di bawah rata-rata nasional maupun Jawa Barat.
Ia menyebut inflasi nasional pada Juni 2026 mencapai sekitar 3,14 persen, Jawa Barat 3,08 persen, sedangkan Kota Tasikmalaya berada di angka 2,72 persen, turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 2,82 persen.
“Langkah-langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjaga stabilisasi pangan patut diapresiasi. Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan hasil komunikasi lintas lembaga yang kemudian diwujudkan menjadi program nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pasar murah, tetapi juga berbagai layanan sosial yang dibutuhkan warga.
“Hari ini ada pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan, pembagian bibit pohon hingga keterlibatan kelompok tani dan UMKM. Semuanya menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” kata Diky.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI dan DPD RI terus diperkuat sehingga program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terus bertambah.
Baca Juga:Si Kece Badai! Jawaban Dinkes Kota Tasikmalaya Benahi Budaya Kerja ASN, Pelayanan Tak Cukup Sekadar CepatTerapi Musik di Yayasan Mentari Hati Buktikan Sobat Jiwa Tasikmalaya Tak Kehilangan Nada Kehidupan
Di tengah dinamika harga pangan nasional, Gerakan Pangan Murah menjadi pengingat bahwa menjaga stabilitas harga bukan sekadar mengejar statistik inflasi.
Yang lebih penting, masyarakat benar-benar dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dan pasokan yang tetap tersedia. (rezza rizaldi)
