Bangun Budaya Kerja Religius, Pemdes Tawangbanteng Tasikmalaya Awali Pelayanan dengan Mengaji

Pemdes tawangbanteng tasikmalaya
Pemerintah Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, membiasakan kegiatan pengajian rutin bagi para pegawainya. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, membiasakan pengajian rutin setiap Selasa pagi sebelum memulai pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tawangbanteng, Selasa (28/7/2026), diikuti Penjabat (Pj) Kepala Desa, perangkat desa, serta mahasiswa KKN yang sedang melaksanakan pengabdian di desa tersebut.

Pj Kepala Desa Tawangbanteng, Iwan Roslan Effendi, mengatakan pengajian rutin tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan pemerintahan desa.

“Melalui kegiatan ini, seluruh peserta membaca Al-Qur’an secara bersama-sama sebelum melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

Menurut Iwan, kegiatan itu merupakan ikhtiar menciptakan suasana kerja yang religius sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembinaan spiritual. Pengajian dilaksanakan secara konsisten setiap Selasa pagi dengan target membaca satu bagian Al-Qur’an secara bersama-sama.

“Pengajian ini baru satu juz. Seharinya satu ain (bagian bacaan) yang dibaca bersama sebelum memulai aktivitas pelayanan kepada masyarakat.”

Ia menjelaskan, selain membiasakan aparatur membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarperangkat desa. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif, tetapi juga harus didukung pembinaan karakter, integritas, serta nilai-nilai moral dan spiritual agar aparatur mampu bekerja secara tulus, profesional, dan bertanggung jawab.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan Pemerintah Desa Tawangbanteng,” katanya.

Iwan berharap doa dan pembacaan Al-Qur’an yang mengawali aktivitas pelayanan dapat membawa keberkahan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap pengajian rutin tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan, kekompakan, dan nilai-nilai religius di lingkungan pemerintahan desa sehingga mampu mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, pembinaan spiritual dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas pemerintahan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga dilandasi nilai pengabdian.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya mengedepankan aspek administratif, tetapi juga dilandasi semangat pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab moral,” pungkasnya. (obi)

0 Komentar