Menanti Awan Hitam Demi Setetes Air, TMMD ke-129 Menjawab Derita Kekeringan di Kampung Cilintung Tasikmalaya

pendim
Salah seorang warga tengah memanfaatkan air dari sumur bor hasil pembangunan Program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026.
0 Komentar

Air dari sumur bor sesekali diisi ke bak tersebut. Sementara untuk pendistribusian ke rumah-rumah warga kini tengah dibangun instalasi. Tak hanya itu, Kodim 0612 Tasikmalaya turut memperbaiki tempat mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Ini mah sangat beruntung dan terimakasih. memang kami awalnya tidak mengajukan MCK. tapi setelah dibuatnya sumur bor, ternyata kami juga tak memiliki MCK yang layak. Yang ada saat ini, ya seadanya,” ulas Titing Suryana, yang juga tokoh masyarakat setempat.

MCK yang kini dibangun ternyata memang tidak masuk dalam anggaran program TMMD. Kepala Desa Parungponteng H Entis Sutisna akhirnya memutar otak. Dia menggalang warga lainnya untuk membangun MCK.

Baca Juga:Khawatir Mengancam Kondusivitas, MUI Pangandaran Cermati Beredarnya Isu Sara Agama di MuskerdaOmset Pedagang Tradisional Pangandaran Menurun, Tergerus Pasar Digital

“Alhamdulillah juga, ternyata Pak Dandim (Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., red ) turut memberikan sumbangan pribadi. Jadi MCK kami bangun sekalian,” ungkap pria yang akrab disapa Haji Utis itu.

Pembuatan sumur bor juga dilakukan di empat kampung lainnya. Totalnya menjadi lima sumur bor. Bersamaan Program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD juga melaksanakan pembangunan sektor fisik lainnya yakni pembangunan jalan semi hotmix dan merehab rumah tidak layah huni.

Program ini resmi dibuka di Lapangan Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (15/7/2026). Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” pembangunan dibagi dalam dua sektor, yakni pembangunan fisik dan non fisik.

Sejumlah sasaran fisik yang kini mulai digarap di antaranya pembangunan jalan semi hotmix di Kampung Jambubarang, Nagrog, Pasirnete, dan Cilintun, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalur Pamegatan–Situ serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH).Pada pembangunan non fisik, TMMD melaksanakan program penyuluhan wawasan kebangsaan, pendidikan bela negara, penguatan ketahanan pangan melalui penanaman pohon dan budidaya ikan, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan perangkat daerah. (*)

0 Komentar