Omset Pedagang Tradisional Pangandaran Menurun, Tergerus Pasar Digital

pasar tradisional pangandaran
Aktivitas pedagang di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran, baru-baru ini. (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID—Berubahnya kebiasaan masyarakat berbelanja secara langsung menjadi pesan secara daring mempengaruhi eksistensi para pedagang konvensional. Omset mereka pun mengalami penurunan drastis, termasuk pedagang di pasar tradisional.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Supendi mengatakan, ia sering menerima keluhan langsung dari pedagang saat mengunjungi pasar tradisional.

“Saya juga sering belanja ke pasar sambil memantau kondisi dan berbincang dengan para pedagang. Ternyata hampir semua pedagang mengeluhkan minimnya konsumen,” ucapnya kepada Radar Senin (27/7/2026).

Baca Juga:Kerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan DievaluasiWali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di Dishub

Menurutnya, penurunan jumlah pembeli paling dirasakan pedagang non-kebutuhan pokok, terutama pedagang pakaian dan aksesoris.

“Contohnya pedagang jam. Mereka mengaku sekarang jarang menjual barang baru. Konsumen yang datang paling hanya untuk servis atau mengganti baterai jam,” ucapnya.

Ia tidak menampik jika kebiasaan masyarakat berbelanja lewat marketplace, memberikan dampak signifikan kepada para pedagang. Ia mendorong para pedagang teadisional untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana memperluas pasar.

“Solusinya harus mulai berdagang secara online juga. Jangan sampai ketinggalan zaman dan hanya mengeluh. Pedagang harus bisa mengikuti perkembangan teknologi,” katanyan

Ia menyebutkan, bahwa lesunya transaksi tidak hanya terjadi di pasar tradisional Kabupaten Pangandaran, tapi juga dialami sejumlah daerah lain.

“Bukan hanya di Pangandaran, di kabupaten lain juga kondisinya hampir sama,” ujarnya.

Sebagai upaya membantu pedagang beradaptasi, pihaknya sudah memberikan berbagai pembinaan, mulai dari pelatihan pemasaran digital, teknik pengemasan (packing) produk, hingga pendampingan dalam pengurusan perizinan usaha.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar