Festival Layang-Layang di Garut Ditargetkan Sedot 20.000 Kunjungan

Festival layang-layang
Bupati Garut Abdusy Syakur memantau persiapan gelaran Festival Layang-Layang di Tepas Papandayan. (Agi Sugiana/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Gelaran Festival Layang-Layang Internasional bakal berlangsung di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Kegiatannya akan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.

Event berskala internasional ini dipastikan menyedot perhatian antusiasme publik hingga mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis, perizinan, hingga kesiapan arena di lapangan telah berjalan beriringan dan memasuki tahap akhir.

Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara

“Izin sudah selesai, persiapan di lapangan sudah berjalan. Hari ini kita sudah mulai loading barang untuk kebutuhan pelaksanaan di lokasi,” ucapnya, Senin 27 Juli 2026.

Beni menjelaskan, Festival Layang-layang Internasional ini akan diikuti perwakilan dari 13 negara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia dan Indonesia, serta delegasi dari 7 provinsi di luar Jawa Barat.

Penjemputan para kontingen dan peserta luar daerah dipersiapkan secara matang mulai Selasa 28 Juli 2026, baik dari titik kedatangan bandara maupun perbatasan wilayah.

“Rencana tanggal 28 Juli besok kita sudah mulai penjemputan ke bandara. Peserta yang datang totalnya sekitar 52 orang dari 13 negara serta 7 provinsi di luar Jawa Barat,” katanya.

Disparbud Kabupaten Garut menargetkan angka kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 20.000 orang selama tiga hari utama penyelenggaraan.

Tingginya animo penonton luar kota memicu lonjakan pemesanan akomodasi di sekitar lokasi acara.

Selain hotel berbintang dan penginapan yang sudah banyak dipesan, fasilitas glamping dan area papanahan di kawasan venue utama terpantau sudah habis dipesan (full book). Kondisi ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga lokal.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

Ia menyampaikan rumah-rumah penduduk di wilayah Kecamatan Cisurupan dan sekitarnya kini banyak disewa dan beralih fungsi menjadi homestay mendadak untuk menampung para wisatawan.

“Target kita pengennya di atas 20.000 pengunjung dalam tiga hari ini. Impact-nya sudah sangat terasa sekarang rumah-rumah warga biasa pun banyak yang di-order,” katanya.

Menanggapi tingginya minat wisatawan menginap di rumah warga, Disparbud Kabupaten Garut bergerak cepat melakukan pendataan serta pendampingan bagi para pemilik rumah yang dijadikan homestay dadakan.

0 Komentar