Antusiasi Donor Darah Tinggi, Momen HUT Kabupaten Tasikmalaya Himpun 133 Labu

donor darah
Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya mendonorkan darah dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Aksi donor darah dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 berhasil menghimpun 133 kantong darah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari menjelang puncak peringatan hingga hari jadi, Jumat-Minggu (24-26/7/2026), di lingkungan Setda Kabupaten Tasikmalaya itu mendapat sambutan tinggi dari masyarakat.

Donor darah difasilitasi Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah. Selain menjadi kegiatan sosial, aksi tersebut turut membantu menjaga ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan pasien yang memerlukan transfusi.

Kepala Bidang Umum UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya, Tonton Ferdian, mengatakan sebanyak 133 orang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 87 pendonor mengikuti donor darah selama tiga hari menjelang puncak peringatan, sedangkan 46 orang mendonorkan darahnya pada hari puncak Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana

“Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk berbagi melalui donor darah terus meningkat,” ujarnya.

Menurut Tonton, tingginya partisipasi masyarakat menjadi kabar baik karena kebutuhan darah di Kabupaten Tasikmalaya relatif tinggi setiap hari. Capaian tersebut dinilai sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah di UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya.

Ia menjelaskan, seluruh darah yang terkumpul akan menjalani pemeriksaan laboratorium sebelum didistribusikan kepada pasien sesuai kebutuhan.

“Setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi keselamatan orang lain,” katanya.

Tonton menegaskan, donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Karena itu, PMI terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah agar pelayanan kepada rumah sakit tidak terganggu.

Semangat donor darah, lanjut dia, diharapkan tidak hanya muncul pada momentum Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, tetapi menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Semakin banyak pendonor sukarela, semakin terjamin pula ketersediaan darah untuk menyelamatkan nyawa sesama,” tegasnya.

Baca Juga:SDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di MadrasahMantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten Tasikmalaya

Ia juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor karena merangsang pembentukan sel darah merah baru sekaligus menjadi sarana pemeriksaan kesehatan secara berkala.

0 Komentar