Salah satu alasan Diawara dipilih adalah karena gaya bermainnya sangat mirip dengan Pavlovic.
Keduanya sama-sama berposisi sebagai bek tengah berkaki kiri, memiliki postur yang kuat, nyaman menguasai bola, dan mampu memulai serangan dari lini belakang.
Dalam sistem permainan Ruben Amorim yang mengandalkan tiga bek dan membangun serangan dari pertahanan, kemampuan seperti itu menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Baca Juga:Maldini Akui Lebih Dahulu Rayu Ancelotti sebelum Guardiola untuk Jadi Pelatih Timnas ItaliaAS Roma Gagal Rekrut Summerville dan Garnacho, Antonio Nusa Jadi Impian Terakhir Gasperini
Selain bermain sebagai bek tengah, Diawara juga mampu mengisi posisi bek kiri ketika dibutuhkan, membuatnya menjadi opsi yang fleksibel bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Meski masih sangat muda, Diawara sudah mencuri perhatian bersama Troyes.
Pada paruh kedua musim lalu, ia dipromosikan ke tim utama dan langsung mendapat kepercayaan tampil secara reguler.
Sejak akhir Januari, Diawara mencatat hampir 20 penampilan di Ligue 2 dan kompetisi piala domestik.
Ia juga memberikan kontribusi di lini serang dengan mencetak satu gol di ajang piala serta menyumbang satu assist saat Troyes meraih kemenangan atas Pau di Ligue 2.
Yang paling mengesankan, antara Maret hingga Mei, Diawara menjadi pilihan utama pelatih.
Dalam periode tersebut, ia memainkan sembilan pertandingan berturut-turut sebagai starter dan selalu menyelesaikan laga tanpa pernah digantikan.
Catatan itu menunjukkan tingkat konsistensi dan kebugarannya, meski usianya masih sangat muda.
Baca Juga:Arsenal Bidik Pemain Buangan PSG, Rodri Ingin Gabung Real Madrid Update Bursa Transfer AC Milan: Comotto dan Camarda Diberi Perpanjangan Kontrak
Performa apik bersama Troyes juga mengantarkan Diawara menjadi bagian dari Tim Nasional Prancis U-19.
Ia beberapa kali dipercaya memperkuat Les Bleus muda dan dinilai sebagai salah satu bek berbakat yang berpotensi menembus tim nasional senior pada masa depan.
Pengalaman di level internasional menjadi modal penting bagi Diawara untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di Serie A.
Kehadiran Sankhoun Diawara memperlihatkan strategi transfer AC Milan yang tidak hanya berfokus pada pemain bintang, tetapi juga investasi jangka panjang terhadap talenta muda.
Di bawah arahan Ruben Amorim, Rossoneri ingin membangun skuad yang memiliki keseimbangan antara pemain berpengalaman dan pemain muda berbakat.
Jika mampu beradaptasi dengan cepat terhadap atmosfer Serie A, bukan tidak mungkin Diawara akan menjadi salah satu kejutan terbesar AC Milan musim ini.
