RADARTASIK.ID – Sikap para pemain Argentina saat Spanyol merayakan gelar juara Piala Dunia 2026 masih menjadi bahan perbincangan di Eropa.
Sebagian besar pemain Albiceleste menuai kritik setelah membelakangi podium ketika para pemain Spanyol menerima trofi juara dunia.
Namun di tengah kontroversi tersebut, ada satu pemain Argentina yang justru mendapat pujian luas karena memilih tetap menghormati momen bersejarah rivalnya.
Pemain itu adalah José Manuel López.
Baca Juga:Florentino Perez Halangi Langkah Real Madrid Datangkan RodriEra Baru AC Milan Bersama Amorim: Pakai Formasi 3-4-2-1, Andalkan Serangan dari Sayap
Seperti diberitakan sebelumnya, kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga memicu polemik mengenai sportivitas para pemain Albiceleste.
Setelah memberikan guard of honour kepada para pemain Spanyol, mayoritas skuad Argentina berkumpul di depan tribun pendukung mereka dan membelakangi panggung saat trofi diserahkan kepada La Roja.
Aksi tersebut menuai kecaman dari banyak media Spanyol yang menilai para pemain Argentina tidak menunjukkan sikap sportif sebagai mantan juara dunia.
Namun, ketika tayangan ulang prosesi penyerahan trofi dianalisis lebih detail, media-media Spanyol menemukan satu pengecualian.
José Manuel López tetap menghadap ke arah podium dan menyaksikan proses penobatan Spanyol sebagai juara dunia hingga selesai.
Sikap sederhana itu langsung mendapat apresiasi karena dianggap mencerminkan rasa hormat terhadap lawan yang tampil lebih baik.
Nama José Manuel López memang bukan bintang utama dalam skuad asuhan Lionel Scaloni.
Baca Juga:Stroppa Dukung Langkah Italia Rekrut Guardiola: Bersama Maldini, Azzurri Bisa Memulai Revolusi Baru Inter Bidik Djed Spence dan Cristian Romero: Ingatkan Era Scudetto Pencetak Rekor Zaman Matthäus-Brehme
Selama Piala Dunia 2026, penyerang berusia 26 tahun tersebut hanya mencatatkan sekitar 18 menit bermain.
Kesempatan itu ia dapatkan saat menghadapi Yordania dan pada laga perempat final melawan Swiss dan mencatatkan satu assist untuk gol Julián Álvarez.
Meski minim menit bermain, perjalanan karier López justru penuh cerita inspiratif.
Sebelum menjadi pemain profesional, ia sempat mengalami cedera pinggul serius yang hampir mengakhiri impiannya bermain sepak bola.
Setelah bergabung dengan Lanús pada 2016, nasib buruk kembali menghampirinya akibat cedera bahu yang membuat kariernya nyaris berhenti.
Titik balik datang pada 2019 ketika ia dipinjamkan ke klub Colegiales yang berlaga di kompetisi regional Argentina.
