TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Media sosial kini bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi aktivitas dan hiburan. Jika dimanfaatkan secara tepat, platform digital juga dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan edukasi kesehatan kepada generasi muda.
Hal inilah yang dilakukan tim dosen Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yaitu Sofia Februanti, S.Kep., Ners., M.Kep.; Dr. Tetet Kartilah, S.Kp., M.Kes.; dan Dr. Peni Cahyati Teguh Pancaningsih, S.Kp., M.Kes dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, dengan mengusung tema “Edukasi Kesehatan Menggunakan Platform Media Sosial pada Siswa SMK dalam Pencegahan Perilaku Seksual Bebas dan Penularan HIV AIDS.” Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa, yaitu Hamka Fauzi, Wini Aulia Fitri, dan Silvy Khaerunnisa.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, menyasar 64 siswa dari Kelas XI dan XII SMKN 4 Tasikmalaya yang dilaksanakan di SMKN 4 Tasikmalaya, Senin 20 Juli 2026.
Baca Juga:BREAKING NEWS! SDN Citapen Kota Tasikmalaya KebakaranTarif Pelepasan Status WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Menkum: Hanya Berdampak pada Segelintir Orang
Ketua tim pengabdi, Sofia Februanti, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan bahwa pemanfaatan media sosial dalam edukasi kesehatan merupakan langkah strategis karena media tersebut sangat dekat dengan kehidupan remaja. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah perilaku seksual berisiko yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.
“Remaja saat ini sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, edukasi kesehatan perlu disampaikan melalui media yang familiar bagi mereka. Harapannya, informasi kesehatan yang benar dapat diterima dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”katanya kepada radartasik.id, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, edukasi kesehatan kepada remaja, siswa mendapatkan pengetahuan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, perilaku seksual berisiko, dampak perilaku seksual bebas, serta HIV/AIDS.
“Mereka mendapatkan materi yang membahas cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS serta pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS,”ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan saja, juga siswa diharapkan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, menjaga diri dari perilaku berisiko, serta mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial.
