“Media sosial dapat menjadi sumber informasi yang positif apabila digunakan secara bijak. Siswa perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi kesehatan yang benar dan informasi yang menyesatkan,”katanya.
Lebih dari itu, siswa juga didorong untuk berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sebaya. “Mereka diharapkan dapat menyebarkan informasi kesehatan yang benar dan mengajak teman-temannya untuk menerapkan perilaku hidup sehat,”ujarnya.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi terhadap peningkatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi remaja. Edukasi kesehatan berbasis media sosial diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan kesehatan yang baik, mampu menjaga diri, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Baca Juga:BREAKING NEWS! SDN Citapen Kota Tasikmalaya KebakaranTarif Pelepasan Status WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Menkum: Hanya Berdampak pada Segelintir Orang
“Dengan melakukan edukasi kesehatan berbasis media sosial ini yang dekat dengan kehidupan remaja, diharapkan pesannya dapat terus menyebar melalui media sosial dan lingkungan pergaulan siswa,” pungkasnya. (Fatkhur Rizqi)
