Kasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak Pedas

Kasus diare, dinkes kota tasikmalaya, seblak
Sekretaris Dinkes Kota Tasikmalaya, Siryaningsih
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus diare di Kota Tasikmalaya melonjak sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 11.115 warga terserang penyakit tersebut.

Lonjakan ini menjadi alarm di tengah musim kemarau, ketika pola hidup bersih dan sehat (PHBS) justru masih sering diabaikan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan peningkatan kasus diare dipicu kombinasi cuaca kemarau yang berkepanjangan, perubahan musim, serta pola makan masyarakat yang kurang terjaga.

Baca Juga:Imbalan Urus Parkir 5% Diatur Perwalkot, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Itu Sudah Disepakati dalam Kerja SamaMusim Kemarau, Warga Cidolog Tasikmalaya Bergantung pada Mata Air Keruh

Akibatnya, pasien dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa, harus menjalani perawatan di rumah sakit, puskesmas maupun klinik.

“Berdasarkan laporan Januari hingga Juli 2026, tercatat ada 11.115 kasus diare. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar berangsur pulih,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, faktor penyebab diare bukan hanya perubahan cuaca, tetapi juga kebiasaan masyarakat yang masih mengabaikan PHBS.

Mulai dari tidak mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan yang kurang higienis, hingga pola makan yang tidak sehat.

Suryaningsih mengungkapkan, petugas kesehatan bahkan menemukan kasus remaja yang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan pedas.

“Contohnya ada pelajar SMA yang datang ke puskesmas karena perut mulas dan diare. Setelah diperiksa, ternyata sebelumnya mengonsumsi seblak,” katanya.

Selain diare, masyarakat juga banyak mengeluhkan batuk, flu, demam, gatal hingga nyeri persendian yang meningkat saat pergantian musim.

Baca Juga:Kolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada MasyarakatKerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi

Meski demikian, diare menjadi salah satu penyakit yang mengalami lonjakan paling menonjol.

Berdasarkan rekapitulasi Dinkes Kota Tasikmalaya, jumlah kasus diare tercatat 1.476 kasus pada Januari, 1.266 kasus Februari, 1.588 kasus Maret, 1.862 kasus April, 2.489 kasus Mei, 1.842 kasus Juni, dan 592 kasus hingga pertengahan Juli, sehingga total mencapai 11.115 kasus.

Dinkes pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebiasaan sehari-hari.

Sebab, musim kemarau bukan hanya identik dengan kekeringan, tetapi juga menjadi momentum meningkatnya penyakit akibat sanitasi dan pola makan yang buruk.

“Kami mengimbau masyarakat selalu menerapkan PHBS, rajin mencuci tangan memakai sabun, memastikan air minum matang, mengurangi makanan terlalu pedas, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi buah dan makanan berserat,” jelas Suryaningsih.

0 Komentar