TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wajah Taman Dadaha yang tampak bersih dari permukaan ternyata menyimpan persoalan kebersihan yang luput dari perhatian. Di balik rapi dan bersihnya area taman, selokan atau parit kecil yang berada di kawasan tersebut justru dipenuhi tumpukan sampah.
Parit yang berada di sisi taman itu tertutup kisi-kisi besi sehingga dari kejauhan tidak begitu terlihat. Namun, jika diamati lebih dekat, bagian dalam selokan tampak dipenuhi berbagai jenis sampah yang diduga telah lama menumpuk tanpa dibersihkan.
Beragam sampah terlihat memenuhi dasar selokan, mulai dari puntung rokok, bungkus makanan, plastik, botol bekas air mineral, sedotan, hingga sampah kemasan lainnya.
Baca Juga:Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota TasikmalayaKasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak Pedas
Kondisi tersebut membuat area yang seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman justru terlihat kumuh di bagian yang tidak langsung terlihat oleh pengunjung.
Salah seorang pengunjung Taman Dadaha, Mugni Solehah (27), mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan taman seharusnya tidak hanya difokuskan pada bagian yang terlihat oleh masyarakat, tetapi juga mencakup saluran air yang berada di dalam kawasan.
“Heran kenapa tidak sekalian dibersihkan. Padahal bagian taman dan temboknya terlihat bersih, tetapi selokannya justru banyak sampah,” ujarnya.
Ia menilai tumpukan sampah di dalam parit tersebut mengurangi kesan bersih dan nyaman yang selama ini menjadi daya tarik Taman Dadaha sebagai salah satu ruang terbuka publik di Kota Tasikmalaya.
“Kalau seperti ini tentu mengurangi citra kebersihan taman. Menurut saya semuanya harus dibersihkan oleh petugas, jangan hanya bagian yang terlihat saja,” katanya.
Selain meminta adanya pembersihan rutin, Mugni juga berharap pengelola kawasan Dadaha memasang papan imbauan agar pengunjung tidak membuang sampah ke dalam saluran air.
Menurutnya, minimnya fasilitas tempat sampah di sekitar lokasi turut menjadi salah satu penyebab masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan.
Baca Juga:Imbalan Urus Parkir 5% Diatur Perwalkot, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Itu Sudah Disepakati dalam Kerja SamaKolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada Masyarakat
“Perlu ada tulisan atau imbauan jangan buang sampah ke parit. Selain itu mungkin bisa ditambah tempat sampah yang lebih dekat dan desainnya juga estetik supaya pengunjung tertarik membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan seorang pedagang air mineral di kawasan Dadaha, Asep Salehudin (46). Ia mengatakan tumpukan sampah di dalam selokan tersebut bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama.
